Bicarasurabaya.com – Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Surabaya kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Kali ini, kegiatan berlangsung di Kantor Kelurahan Benowo, Rabu (4/3/2026), dan langsung diserbu warga.
Program yang digelar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya ini menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga di bawah pasar. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi lonjakan harga selama Ramadan hingga Lebaran.
Kepala DKPP Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan GPM sengaja didekatkan ke permukiman agar akses warga terhadap bahan pokok lebih mudah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi selama Ramadan,” ujarnya.
Merespons tingginya permintaan jelang Lebaran, DKPP menambah variasi dan stok komoditas. Jika sebelumnya hanya tersedia beras SPHP, kini beras premium juga disiapkan. Stok gula pasir, minyak goreng, telur ayam, hingga cabai turut ditambah.
Antiek mengakui sempat ada kendala pasokan minyak goreng dari pabrik, namun kondisi saat ini disebut sudah terkendali dan harga relatif stabil.
Sekitar dua pekan jelang Lebaran, ia mengimbau warga tidak melakukan panic buying. Menurutnya, stok pangan Surabaya dalam kondisi aman.
“Kami harap masyarakat belanja sesuai kebutuhan. Stok aman dan harga terus kami kendalikan,” tegasnya.
Dalam GPM kali ini, DKPP menyiapkan 400 sak beras (SPHP dan premium), 1.200 liter Minyakita, 75 pack telur ayam, daging segar, serta komoditas pokok lainnya.
Kehadiran GPM dirasakan langsung manfaatnya oleh warga. Elianti, warga Kauman, mengaku selisih harga cukup signifikan dibanding pasar.
“Di pasar Minyakita sudah hampir Rp 18 ribu, di sini masih Rp 15 ribu. Sangat membantu,” ujarnya.
Dengan tren kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar, GPM menjadi salah satu instrumen Pemkot Surabaya menjaga stabilitas harga sekaligus meredam tekanan belanja rumah tangga menjelang hari raya.(BS/za)











