Pemkot Surabaya Kejar 181 Ribu KK untuk DTSEN, Terkendala Akses Cluster Elite

- Publisher

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok Diskominfo Surabaya

i

Foto: dok Diskominfo Surabaya

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya mempercepat pendataan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan target menuntaskan 181.867 kartu keluarga (KK) hingga 31 Maret 2026. Salah satu kendala terbesar: akses ke perumahan elite yang selama ini tertutup.

Hingga kini, pendataan telah menjangkau 1.026.192 KK atau sekitar 83 persen dari total sasaran. Sisanya, sekitar 17 persen, masih dalam proses konfirmasi dan percepatan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya, Eddy Christijanto, mengatakan koordinasi lintas sektor menjadi kunci membuka akses kawasan premium. Pemkot melibatkan tiga pilar kecamatan—camat, kapolsek, dan danramil—untuk mendukung tim survei di lapangan.

“Kami terus melakukan edukasi dan pendekatan agar warga di perumahan elite membuka akses survei dan melengkapi data DTSEN,” ujar Eddy, Jumat (20/2/2026).

Selain itu, Pemkot juga berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) yang memiliki relasi dengan para pengembang perumahan.

Pemkot mengimbau warga yang belum disurvei segera melakukan konfirmasi mandiri sebelum batas waktu. Caranya bisa melalui laman resmi surabaya.go.id dengan memasukkan NIK, tanggal lahir, dan alamat domisili, atau melapor langsung ke kantor kelurahan.

Baca Juga:  Lansia Bertahan Semalaman di Atap Rumah, Damkar Turun Tangan

Eddy menegaskan, konfirmasi ini bukan sekadar administrasi. “Maksimal satu minggu setelah pengisian, tim surveyor akan menghubungi untuk survei ulang ke domisili,” katanya.

Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mengapresiasi langkah percepatan tersebut, termasuk layanan online yang dinilai memudahkan warga. Namun, ia menilai perlu pelibatan asosiasi pengembang seperti Real Estate Indonesia (REI) dan Apersi agar akses ke cluster premium lebih terbuka.

Ia menyebut sempat ditemukan pengelola perumahan yang menutup akses survei. “Setelah kami edukasi, akhirnya mereka membuka pintu,” ujarnya.

Baca Juga:  Gempa M 6,4 Pacitan Rusak 15 Rumah, Data Masih Bergerak

Menurut Yona, DTSEN tidak hanya untuk warga prasejahtera. Pendataan juga dibutuhkan warga di kawasan premium untuk berbagai layanan, termasuk administrasi perbankan dan layanan publik lainnya.

“Semua warga tanpa memandang status ekonomi harus terdata agar database kota akurat,” tegasnya.

Dengan tenggat kurang dari dua bulan, Pemkot Surabaya kini berpacu menyisir sisa 181 ribu KK agar target 100 persen pendataan DTSEN tercapai tepat waktu. (BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB