Bicarasurabaya.com – Ketersediaan daging sapi di Surabaya dipastikan aman selama Ramadan hingga Idul Fitri 2026. Meski harga naik tipis di awal puasa, pasokan sapi hidup siap potong dinilai cukup dan terkendali.
Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar A. Isnugroho, mengatakan kepastian itu berdasarkan hasil pemantauan tim monitoring selama sepekan terakhir di pasar tradisional dan titik distribusi sapi hidup.
“Harga memang naik karena permintaan meningkat di awal Ramadan, tapi masih dalam batas wajar. Pasokan sapi siap potong cukup sampai Lebaran,” ujar Fajar, Jumat (20/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Data RPH menunjukkan, harga daging kualitas D1 kini berada di kisaran Rp125.000–Rp130.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp115.000–Rp120.000. Sementara kualitas D2 dijual Rp113.000–Rp118.000 per kilogram, naik dari Rp105.000–Rp110.000.
Menjelang Idul Fitri, harga diperkirakan masih berpotensi naik sekitar Rp5.000–Rp7.000 per kilogram. Namun, kenaikan tersebut disebut sebagai pola musiman yang terjadi hampir setiap tahun.
Selain daging, RPH juga memantau harga sapi hidup sesuai arahan Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional. Saat ini harga acuan sapi hidup berada di kisaran Rp55.000 per kilogram di tingkat feedloter dan Rp56.000 per kilogram di tingkat distributor. Angka itu dinilai masih stabil dan mendukung pengendalian harga daging di pasar.
Fajar menegaskan, selama pasokan sapi hidup terjaga, harga daging tidak akan melonjak signifikan dan tidak memicu inflasi pangan.
RPH Surabaya bersama mitra jagal di Pegirian dan Kedurus memastikan distribusi tetap lancar sepanjang Ramadan hingga Lebaran. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Kami pastikan stok relatif aman. Tidak perlu panic buying,” tegasnya.
Ia menambahkan, daging dari pemotongan resmi RPH telah memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Karena itu, warga disarankan membeli dari jalur distribusi resmi untuk menjamin kualitas dan keamanan produk. (BS/za)









