Plafon SMPN 60 Surabaya Ambruk, Pemkot Bentuk Satgas Evaluasi Sekolah

- Publisher

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

Bicarasurabaya.com, Surabaya – Pasca ambruknya plafon ruang kelas SMPN 60, Wali Kota Eri Cahyadi minta Dinas Pendidikan Surabaya melakukan evaluasi menyekiruh terhadap kondisi fisik bangunan.

Menurut Eri, kewenangan pengelolaan fisik bangunan sekolah kini berada di bawah Dinas Pendidikan (Dispendik), seiring perubahan aturan dan struktur organisasi perangkat daerah.

“Sekarang pengelolaan fisik sekolah melekat di Dinas Pendidikan, bukan lagi di DPRKPP. Ini mengikuti aturan dan nomenklatur baru,” kata Eri, Jumat (30/1/2026).

Meski begitu, Eri mengakui Dispendik bukan dinas teknis. Karena itu, Pemkot tetap melibatkan tenaga ahli dari Dinas Cipta Karya/DPRKPP untuk memperkuat pengawasan dan perbaikan infrastruktur sekolah.

Pemkot pun membentuk satuan tugas (Satgas) khusus yang berada di bawah koordinasi Dispendik. Satgas ini bertugas melakukan evaluasi kondisi bangunan sekaligus mempercepat proses perbaikan.

“Satgas ini fokus mengevaluasi dan memperbaiki fisik sekolah. Walaupun berada di bawah Dispendik, tenaga teknis tetap turun langsung ke lapangan,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Beri Pendampingan Korban Kekerasan Seksual

Untuk memperkuat sistem pengelolaan sarana pendidikan, Pemkot juga membentuk struktur baru di internal Dispendik dengan menunjuk Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) berlatar belakang teknis.

“Kami bentuk Kabid Sarpras dari unsur teknis. Tidak mungkin urusan plafon dan bangunan ditangani tenaga pengajar,” tegas Eri.

Terkait aktivitas belajar mengajar di SMPN 60 Surabaya, Pemkot mengambil langkah sementara dengan menggabungkan siswa kelas terdampak ke kelas lain yang sejenjang. Kebijakan ini berlaku hingga proses perbaikan ruang kelas selesai.

Baca Juga:  Khofifah Minta Pemda Jatim Ganti Kembang Api dengan Doa

“Sementara digabung dengan kelas VII lainnya. Jumlah siswa memang bertambah, tapi perbaikan kami percepat,” tambahnya.

Diketahui, plafon ruang kelas VIIE SMP Negeri 60 Surabaya runtuh saat kegiatan belajar berlangsung. Peristiwa ini diduga dipicu hembusan angin kencang serta kondisi plafon berbahan gypsum yang sudah rapuh.

Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Para siswa langsung dievakuasi, sementara kegiatan pembelajaran dipindahkan sementara ke ruang laboratorium dan perpustakaan.(BS/za) 

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB