Wamendagri Puji Sistem Pengendalian Banjir Surabaya, Jadi Contoh Nasional?

- Publisher

Jumat, 23 Januari 2026 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamendagri Bima Arya meninjau Rumah Pompa bersama Wali Kota Eri Cahyadi. (Foto: Dok Humas Pemkot)

i

Wamendagri Bima Arya meninjau Rumah Pompa bersama Wali Kota Eri Cahyadi. (Foto: Dok Humas Pemkot)

Bicarasurabaya.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengapresiasi sistem pengendalian banjir Kota Surabaya. Ia menyebut, sistem rumah pompa yang dilakukan Pemkot Surabaya dinilai efektif menekan genangan, bahkan di kawasan pusat kota yang sebelumnya rawan banjir.

Bima Arya mengatakan tantangan cuaca ekstrem menuntut pemerintah daerah tidak hanya siaga, tetapi juga menghadirkan inovasi konkret. Ia menyebut Surabaya menjadi salah satu contoh daerah yang berhasil membangun sistem pengendalian banjir secara terintegrasi.

“Surabaya punya sistem pompa air yang mampu mengurangi genangan secara signifikan. Bahkan di pusat kota, persoalan banjir hampir tidak ada lagi,” kata Bima Arya dalam keterangannya yang dikutip, Jumat (23/1/2026).

Ia mengaku tertarik mempelajari lebih dalam sistem yang diterapkan Pemkot Surabaya. Menurutnya, praktik baik tersebut berpeluang direplikasi di daerah lain, mengingat penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Bima Arya juga menyinggung upaya rekayasa cuaca yang saat ini dilakukan di sejumlah wilayah. Meski efektif, metode tersebut membutuhkan biaya besar dan lebih cocok diterapkan di tingkat provinsi. Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota didorong mengembangkan solusi yang lebih berkelanjutan.

Salah satu inovasi yang disorot adalah sistem pompa Surabaya yang terintegrasi dengan mechanical screen untuk pengelolaan sampah. Kemendagri akan mengkaji aspek teknologi, skema penerapan, hingga peluang adopsinya secara nasional.

Baca Juga:  Dua Oknum Pemkot Surabaya Dipecat Usai Diduga Tipu Warga Rp20 Juta

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut perubahan signifikan terlihat di sejumlah titik yang sebelumnya menjadi langganan banjir. Di antaranya Jalan Ahmad Yani depan RS Islam, kawasan Monumen Bambu Runcing, Jalan Kayoon, depan Gedung Grahadi, hingga sekitar Patung Joko Dolog.

“Hujan deras berkali-kali, tapi pusat kota tidak tergenang. Ini hasil sistem pompa dan drainase yang dibangun terintegrasi,” ujar Eri.

Ia menambahkan, penanganan banjir masih terus dilakukan di wilayah lain seperti Ketintang, Gayungan, dan Margorejo. Bahkan kawasan Dukuh Kupang yang puluhan tahun rawan banjir kini sudah terbebas dari genangan.

Baca Juga:  Persebaya Taklukkan Persib, Angkat Trofi Piala Presiden 2026

“Dukuh Kupang sekarang tidak banjir sama sekali. Dulu air bisa sampai leher,” ungkapnya.

Meski begitu, Eri mengakui masih ada beberapa titik yang menjadi pekerjaan rumah, seperti kawasan Simo dan sekitar SMA Negeri 14 Surabaya. Penanganan di wilayah tersebut mulai dikerjakan tahun ini dengan skema serupa Dukuh Kupang.

Eri menegaskan sistem pompa dan long storage menjadi kunci pengendalian banjir di Surabaya. Ia berharap inovasi tersebut bisa menjadi referensi bagi daerah lain.

“Kalau tidak dibangun pompa dan long storage, banjir tidak akan pernah selesai. Daerah lain jangan menyerah mencari solusi,” tutupnya.(cit)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB