KPK Tangkap Wali Kota Madiun dalam OTT, Sita Uang Ratusan Juta

- Publisher

Senin, 19 Januari 2026 - 22:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gedung KPK /dok. kpk.go.id

i

Ilustrasi Gedung KPK /dok. kpk.go.id

Bicarasurabaya.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Madiun, Jawa Timur, Senin (19/1/2026). Dalam operasi senyap ini, KPK mengamankan 15 orang, termasuk Wali Kota Madiun, Maidi.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan penindakan tersebut. Ia mengatakan tim KPK melakukan penyelidikan tertutup sebelum mengamankan para pihak yang diduga terlibat.

“Tim KPK mengamankan 15 orang di wilayah Madiun, Jawa Timur,” kata Budi.

Dari total tersebut, sembilan orang, termasuk Maidi, langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Sementara enam orang lainnya masih menjalani pemeriksaan awal di daerah.

Dalam OTT ini, penyidik turut menyita uang tunai ratusan juta rupiah. Uang tersebut diduga merupakan jatah untuk pejabat yang berkaitan dengan program sosial atau corporate social responsibility (CSR) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.

Baca Juga:  Kembalikan Fungsi Pedestrian, Camat Rizal Ajak Pemilik Warkop Patuhi Aturan

Selain wali kota, pihak yang diamankan terdiri dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Madiun serta sejumlah pihak swasta. KPK masih mendalami peran masing-masing pihak dan aliran dana yang diamankan.

Sesuai ketentuan hukum, KPK memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Jika ditemukan bukti permulaan yang cukup, perkara akan ditingkatkan ke tahap penyidikan dan diikuti penetapan tersangka.

OTT di Madiun ini menjadi operasi tangkap tangan kedua yang dilakukan KPK sepanjang 2026. Sebelumnya, pada Minggu (11/1/2026), KPK mengungkap kasus dugaan korupsi terkait pemeriksaan pajak di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2021–2026.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Naik Rp6.000 ke Rp3.045.000 per Gram

Dalam perkara tersebut, KPK menetapkan lima tersangka, terdiri dari tiga pejabat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara dan dua pihak swasta.

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB