Jatim Kebut Pelebaran Jalan, Jalur Wisata Jadi Prioritas

- Publisher

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : dok bicarasurabaya/ist

i

Foto : dok bicarasurabaya/ist

Bicarasurabaya.com – Ruas jalan provinsi yang masih sempit di Jawa Timur bakal dibenahi secara bertahap mulai 2027. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan pelebaran jalan sepanjang 20 kilometer setiap tahun untuk meningkatkan keselamatan sekaligus memperlancar akses ke sejumlah kawasan strategis.

Program ini menjadi respons atas masih adanya sekitar 700 kilometer atau 48 persen jalan provinsi yang belum memenuhi standar lebar jalan. Kondisi tersebut banyak dijumpai di jalur pegunungan dan kawasan wisata yang memiliki tikungan tajam serta ruang jalan terbatas.

Baca Juga:  Dinkes Surabaya: Tak Ada RS Penuh akibat Influenza A

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Jawa Timur Edy Tambeng Widjaja mengatakan, pelebaran dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mulai 2027 kami menargetkan pelebaran 20 kilometer setiap tahun,” ujarnya yang dikutip, Selasa (21/7/2026).

Rata-rata kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp12 miliar per kilometer, dengan seluruh pembiayaan berasal dari APBD Jawa Timur. Besarnya biaya disesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi.

Sejumlah ruas yang masih memiliki lebar sekitar 5-6 meter antara lain berada di kawasan Pakis-Poncokusumo, Paiton-Santi, Purwodadi, hingga Cangar. Padahal, sesuai PP Nomor 34 Tahun 2006, lebar badan jalan provinsi umumnya berkisar 5,5-7 meter.

Baca Juga:  Tanggul Sungai di Wonorejo Ambles 15 Meter, BPBD dan DSDABM Lakukan Penanganan Darurat

Jalur Wisata Didahulukan

Tak semua ruas bisa diperlebar karena terkendala kondisi geografis. Karena itu, pelebaran difokuskan pada jalan yang secara teknis memungkinkan untuk dikerjakan.

Selain memperlebar badan jalan, DPUBM juga akan memperkuat bahu jalan menggunakan rigid pavement atau cor beton, seperti yang telah diterapkan di ruas Batu-Pujon.

Ruas Pakis-Poncokusumo, Pujon-Ngoro, Talun-Tirtoyudo, dan Sendang Biru menjadi prioritas karena tidak hanya menopang aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi akses utama menuju sejumlah destinasi wisata di Jawa Timur.

Baca Juga:  1.214 Mahasiswa Surabaya Lolos Bantuan Kuliah, Dapat Rp2,5 Juta per Semester

Sebagai langkah awal, pelebaran jalan mulai dikerjakan melalui Perubahan APBD 2026 dengan target 10 kilometer. Mulai 2027, target tersebut ditingkatkan menjadi 20 kilometer per tahun sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan provinsi. (BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB