Aksi Saling Dorong Hingga Tetap Mogok dan Pastikan Tidak Ada Daging di Demo Tolak Relokais RPH

- Publisher

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

i

Foto: Istimewa

Bicarasurabaya.com – Ratusan pedagang dan jagal RPH Pegirian kembali melakukan aksi unjukrasa di Kantor Balai Kota Surabaya. Tuntutan mereka tetap menolak relokasi RPH Pegirian ke Oso Wilangun yang dianggap terlalu jauh serta mengurangi pendapatan mereka.

“Kami melakukan aksi kembali dengan tuntutan yang sama yakni menolak relokasi ke Oso Wilangun serta memastikan aksi mogok benar benar kita lakukan sehingga tidak ada daging sapi di Surabaya,” kata koordinator aksi, Abdullah Manshur disela aksi, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga:  Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp 8,51 Triliun, Naik 253 Persen di Semester I 2026

Manshur juga mengungkapkan alasan kembali melakukan aksi unjukrasa meski dalam aksi sebelumnya sudah ditemui oleh perwakilan Wali Kota tepatnya Asisten 1 serta Dirut RPH Surabaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami datang lagi hanya ingin berdialog secara langsung dengan Pak Wali (Wali Kota Eri Cahyadi) bukan dengan yang lain agar keluhan kami didengar langsung serta menjadi pertimbangan Pak Wali bukan oleh perwakilan,” imbuhnya.

Dalam aksi kali ini, peserta tidak membawa sapi seperti kemarin yang dilambangkan sebagai simbol penolakan relokasi RPH Pegirian. Kini, mereka hanya membawa poster dan spanduk berisi tuntutan.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Naik Rp 34 Ribu, Tembus Rp 2,549 Juta per Gram

“Kami akan tetap melakukan aksi mogok sampai tuntutan kami didengar serta dipenuhi oleh Wali Kota, jika tidak sampai kapanpun kami akan terus mogok serta memastikan tidak akan ada daging di pasar Surabaya,” pungkasnya.

Aksi yang mendapat pengawal ketat dari kepolisian dan Satpol PP ini sempat diwarnai aksi saling dorong massa pengunjuk rasa dengan petugas yang bersiaga.

Massa yang awalnya melakukan aksi di depan gerbang pintu masuk dengan diberi batas kawat berduri memaksa masuk ke dalam halaman hingga adu dorong petugas dan massa tidak terhindar. Massa yang masuk ke balai kota mayoritas ibu-ibu, mereka memaksa bertemu langsung dengan Wali Kota Eri Cahyadi.

Baca Juga:  Kepala BGN Nanik Deyang Mengundurkan Diri karena Sakit Jantung

Meski sempat memanas, tidak ada korban dalam aksi saling dorong usai petugas kepolisian berhasil menghalau keluar massa pengunjuk rasa. (BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB