Korsleting Diduga Picu Kebakaran Stand Permata di Kayoon

- Publisher

Senin, 5 Januari 2026 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa DPKP Surabaya

i

Foto: Istimewa DPKP Surabaya

Bicarasurabaya.com – Sebuah stand toko permata di Jalan Kayoon No. 58, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya, terbakar pada Senin pagi (5/1/2026). Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 07.11 WIB. Satu menit berselang, petugas langsung bergerak ke lokasi dan tiba di tempat kejadian kebakaran (TKK) pada pukul 07.17 WIB.

Baca Juga:  Cegah Radikalisme Sejak Dini, Surabaya Kolaborasi Dengan Densus 88
Petugas DPKP melakukan pembasahan toko usai memastikan api pokok padam. (Foto: Istimewa-CC112)

Unit Tempur dari Pos Grudo yang tiba lebih awal langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sekitar pukul 07.24 WIB. Proses pengecekan lanjutan selesai dilakukan, dan lokasi dinyatakan kondusif pada pukul 07.54 WIB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebanyak 10 unit dikerahkan. Beruntung, api tidak merembet ke bangunan di sekitarnya karena sisi kanan dan kiri berupa tembok bata ringan,” kata petugas Command Center 112 dalam keterangannya.

Baca Juga:  Wamen Dikdasmen Tegaskan Tes Kemampuan Akademik Tidak Menentukan Kelulusan Siswa

Objek yang terbakar berupa stand toko permata dengan luas sekitar 3 x 5 meter. Seluruh area stand dilaporkan terdampak kebakaran.

Saat kejadian, pemilik stand diketahui tidak berada di lokasi karena toko belum beroperasi. Pemilik tercatat bernama Nuri Fansyah (59), warga Jalan Gersikan, Surabaya.

DPKP Surabaya memastikan penyebab kebakaran masih bersifat dugaan awal akibat korsleting listrik. Masyarakat diimbau rutin memeriksa instalasi listrik, terutama pada bangunan usaha, guna mencegah kejadian serupa. (BS/za)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB