Ciptakan Robot NeuroAid untuk Anak Autis, Lima Pelajar SMP Surabaya Raih Emas

- Publisher

Jumat, 26 Desember 2025 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com – Lima pelajar SMP Negeri 1 Surabaya menciptakan NeuroAid, robot pendamping interaksi sosial untuk membantu anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) melatih komunikasi dan mengenali emosi. Inovasi ini mengantarkan mereka meraih medali emas di ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) 2025.

NeuroAid dikembangkan oleh Kalila Zanetta Echaputri, Alya Prashanti Nur Rizqi Setiyono, Zahwa Aliyah Rahma, Afnan Daan Indrawan, dan Harley Fatahillah Yudhaloka Sunoto. Robot ini dirancang sebagai pendamping terapi yang tenang, terstruktur, dan mudah digunakan anak.

Baca Juga:  Menhub Pastikan Kesiapan Transportasi Jatim Jelang Nataru
Lima pelajar SMPN 1 gagas inovasi untuk anak autism 7. (Foto: Humas Pemkot/bs)

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, NeuroAid bukan sekadar proyek sains, tetapi wujud pembelajaran yang mengasah empati dan nalar kritis siswa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Teknologi mereka diarahkan untuk solusi kemanusiaan. Anak-anak ini tidak hanya merakit robot, tapi memahami kebutuhan anak berkebutuhan khusus,” kata Yusuf, Jumat (26/12/2025).

NeuroAid lahir dari riset bahwa terapi perilaku bagi anak autis kerap membutuhkan biaya tinggi dan waktu panjang. Dengan desain ringkas dan portabel, robot ini mampu mengenali wajah, membaca emosi dasar, serta memberi respons suara dan visual sederhana yang mudah dipahami anak.

Baca Juga:  BPBD Surabaya Minta Jalan Kampung Bebas Parkir Demi Respons Darurat

Yusuf menilai NeuroAid relevan untuk pendidikan inklusif. Pola interaksi yang konsisten dinilai membantu anak ASD merasa aman dan lebih berani berkomunikasi.

Robot ini menggunakan kamera dan mikrofon untuk menangkap respons anak. Para siswa merancang sistem yang lebih sederhana dan kontekstual dengan budaya lokal, sehingga lebih terjangkau dibandingkan produk serupa dari luar negeri.

Ke depan, Dinas Pendidikan Surabaya membuka peluang penerapan NeuroAid di sekolah dan fasilitas kesehatan. Pemkot akan mengkaji implementasinya agar inovasi tersebut tidak berhenti di ajang lomba. (BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB