Tren Stunting Turun, Surabaya Incar Tahun 2027 Tanpa Kasus Baru

- Publisher

Sabtu, 6 Desember 2025 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya kembali menegaskan target besar dalam upaya menekan angka stunting: tidak ada kasus stunting baru pada 2027.

Asisten Administrasi Umum Pemkot Surabaya, Anna Fajriatin, menyampaikan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan kerja bersama. Ia menekankan perlunya sinergi lintas perangkat daerah, akademisi, kecamatan, kelurahan, penyuluh KB, hingga PKK untuk mencegah kasus sejak hulu.

“Pemkot tidak mungkin bekerja sendiri. Kolaborasi diperlukan untuk mencapai target tidak ada kasus baru pada 2027,” kata Anna dalam keterangannya yang dikutip pada Sabtu (6/12/2025).

Ia menjelaskan, target tersebut berarti tidak ada tambahan kasus baru, meskipun penanganan terhadap kasus lama tetap dilakukan secara berkelanjutan.

“Kalau ada penyakit bawaan dari tahun-tahun sebelumnya tidak apa-apa, tapi 2027 tidak boleh ada kasus baru,” ujarnya.

Kepala DP3A-PPKB Surabaya, Ida Widayati, memaparkan bahwa diseminasi ini bertujuan menyampaikan rekomendasi tim pakar AKS kepada perangkat daerah dan tenaga kesehatan.

Menurutnya, ada empat kelompok rentan yang menjadi prioritas pencegahan: calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca melahirkan, dan balita.

Ida menyoroti pernikahan usia muda sebagai salah satu penyebab meningkatnya risiko stunting dalam lima tahun terakhir.

Baca Juga:  Tavares Ingin Persebaya Akhiri Paceklik Kemenangan di Segiri

Melalui kelas calon pengantin, Pemkot melakukan tes kesehatan, pendampingan, dan penundaan kehamilan bagi calon pengantin yang dinyatakan anemia. “Ada beberapa calon pengantin yang anemia. Kami rekomendasikan untuk tidak hamil dulu dan kami damping,” ujarnya.

Sementara itu, panelis AKS, Prof Dr Tri Sumarmi, mengusulkan agar Pemkot memperkuat penanganan penyakit penyerta, seperti TBC pada orang tua dan calon pengantin, karena berpengaruh pada risiko stunting. “Harus dibarengi perbaikan lingkungan dan perilaku hidup bersih,” ucapnya.

Prof Mamik, sapaan Tri Sumarmi, juga menekankan pentingnya penanganan anemia berat pada calon pengantin melalui program yang tepat sasaran dari Dinas Kesehatan. Selain itu, kasus bayi lahir prematur juga menjadi temuan yang memerlukan intervensi khusus agar tidak memunculkan kasus stunting baru.

Baca Juga:  KPK Amankan Uang Ratusan Juta dari Kadis DPMPTSP Madiun

Meski begitu, Prof Mamik menilai tren penurunan stunting di Surabaya sudah sangat positif. Menurutnya, penurunan itu menunjukkan keseriusan Pemkot serta kuatnya kolaborasi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi seperti Universitas Airlangga.

“Penurunan stunting di Kota Pahlawan sangat bagus. Tinggal bagaimana menyelesaikan kasus yang sudah ada dan mencegah yang baru,” tutupnya. (BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB