Pakar ITS Soroti Lemahnya Pengelolaan Sampah di Balik Hujan Mikroplastik

- Publisher

Rabu, 26 November 2025 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru Besar Departemen Teknik Lingkungan ITS Prof Arseto Yekti Bagastyo ST MT MPhil PhD saat memperlihatkan gambar perencanaan TPA dalam pengelolaan sampah (Foto: Humas ITS/BS)

i

Guru Besar Departemen Teknik Lingkungan ITS Prof Arseto Yekti Bagastyo ST MT MPhil PhD saat memperlihatkan gambar perencanaan TPA dalam pengelolaan sampah (Foto: Humas ITS/BS)

Bicarasurabaya.com – Temuan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tentang adanya mikroplastik dalam hujan di Jakarta dan sejumlah daerah lain mendapat perhatian akademisi. Pakar lingkungan dari Departemen Teknik Lingkungan ITS, Prof Arseto Yekti Bagastyo, menilai fenomena ini mencerminkan buruknya tata kelola sampah plastik di Indonesia.

Arseto menjelaskan bahwa mikroplastik dalam air hujan menunjukkan meningkatnya perpindahan partikel plastik di atmosfer melalui proses atmospheric deposition. “Ini indikasi bahwa polutan mikroplastik sudah banyak bergerak di udara,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/11/2025).

Baca Juga:  Ribuan Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Tinggalkan Madinah

Menurutnya, mikroplastik tersebut berasal dari degradasi plastik berukuran besar yang terpecah menjadi partikel sangat kecil akibat paparan panas, sinar UV, angin, hingga aktivitas manusia. Partikel itu kemudian terbang ke udara dan ikut turun bersama hujan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena ini, lanjut Arseto, dapat memicu rantai masalah baru. Mikroplastik dari udara yang terbawa hujan akan masuk ke sungai, laut, dan tanah, lalu diserap oleh organisme. “Pada akhirnya, polutan itu bisa kembali ke tubuh manusia dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan,” katanya.

Baca Juga:  Indra Sjafri Kantongi 18 Nama untuk Timnas U-22 di SEA Games 2025

Ia menyoroti kebiasaan penggunaan plastik yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat, namun tidak diimbangi dengan sistem pengelolaan sampah yang memadai. Salah satunya kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang masih banyak menggunakan sistem open dumping. “TPA yang benar-benar menerapkan sanitary landfill belum mencapai separuh dari total di Indonesia,” ujarnya.

Arseto menyebut tingginya biaya operasional dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sebagai kendala utama. Ia mendorong adanya kerja sama menyeluruh antara pemerintah, industri, dan masyarakat. “Pengelolaan sampah harus terintegrasi dari hulu ke hilir dan melibatkan semua pihak,” tegasnya.

Baca Juga:  45 Tiang Kabel FO Tanpa Izin di Surabaya Dibongkar

Ia menilai fenomena hujan mikroplastik harus menjadi peringatan serius. Upaya perbaikan, kata dia, berkaitan erat dengan pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama terkait konsumsi bertanggung jawab dan penanganan perubahan iklim. “Ini alarm dari alam. Semoga menjadi momentum memperkuat komitmen kita bersama,” kata Arseto.(BS/za)

Berita Terkait

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang
UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber
Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob
Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri
Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta
Abu Vulkanik Bisa Rusak Paru-paru, Ini Cara Melindunginya
Patahan Surabaya Viral, Pakar Geologi ITS: Belum Terverifikasi Aktif
Mahasiswa UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Wonorejo Perkuat Branding dan Pemasaran Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:21 WIB

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber

Jumat, 25 September 2026 - 12:28 WIB

Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob

Kamis, 24 September 2026 - 07:03 WIB

Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri

Minggu, 20 September 2026 - 12:45 WIB

Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB