Plafon Ruang Kelas SMPN 60 Surabaya Runtuh, Tak Ada Korban

- Publisher

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi ruang kelas SMPN 60 yang plafonnya ambruk. (Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya)

i

Kondisi ruang kelas SMPN 60 yang plafonnya ambruk. (Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Plafon salah satu ruang kelas di SMP Negeri 60 Surabaya runtuh saat kegiatan belajar mengajar, Rabu (28/1/2026) pagi. Insiden ini diduga dipicu hembusan angin kencang yang menekan plafon gypsum yang sudah rapuh.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.00 WIB saat siswa kelas VII E mengikuti kegiatan literasi. Meski terjadi di tengah aktivitas belajar, tidak ada korban luka. Seluruh siswa langsung dievakuasi dan pembelajaran dipindahkan sementara ke ruang laboratorium dan perpustakaan.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Naik Rp19 Ribu ke Rp2,85 Juta per Gram

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Surabaya Ahmad Syahroni mengatakan tekanan angin di lantai tiga gedung cukup kuat sehingga mendorong plafon ke bawah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Angin masuk dari bagian atas plafon dan menekan ke bawah. Kondisi plafonnya juga sudah lama,” kata Syahroni.

Ia menyebut plafon yang runtuh berbahan gypsum dan akan diganti dengan material yang lebih ringan. Beberapa ruang kelas lain di sekolah tersebut sebelumnya sudah menggunakan plafon triplek.

Baca Juga:  34 Kapal Dikerahkan, Antrean Ketapang Masih Mengular

“Ke depan akan kami ganti dengan bahan yang lebih ringan agar lebih aman,” ujarnya.

Di kelas tersebut terdapat sekitar 32 siswa. Meski tidak ada yang tertimpa, sebagian siswa sempat mengalami kepanikan dan trauma ringan. Tim Puskesmas serta psikolog dari DP5APPKB langsung diterjunkan untuk memberikan pendampingan.

“Tidak ada luka fisik. Anak-anak lebih kaget dan panik,” jelas Syahroni.

Saat ini puing plafon telah dibersihkan dan proses perbaikan segera dilakukan. Untuk sementara, kegiatan belajar dua kelas di sekitar lokasi dipindahkan ke ruang lain.

Baca Juga:  Jatim Kebut Pelebaran Jalan, Jalur Wisata Jadi Prioritas

Selain tenaga medis dan psikolog, BPBD Surabaya juga disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem lanjutan.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB