BNPB Sarankan Lumajang Bangun Posko Pengungsian Terpusat untuk Warga Semeru

- Publisher

Rabu, 26 November 2025 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa-Diskominfo Lumajang/BS)

i

(Foto: Istimewa-Diskominfo Lumajang/BS)

Bicarasurabaya.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong Pemerintah Kabupaten Lumajang membangun posko pengungsian terpusat untuk warga terdampak aktivitas Gunung Semeru. Konsep tersebut meniru penanganan bencana di Gunung Merapi yang dinilai lebih tertata dan efektif dalam mengurangi risiko.

Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan bahwa model pengungsian terpusat memungkinkan fasilitas multifungsi tersedia sepanjang tahun, mulai dari tempat tinggal sementara, area ternak, hingga ruang aktivitas warga. Fasilitas itu juga menjadi lokasi evakuasi aman ketika terjadi erupsi.

Baca Juga:  Harga Emas Turun, Antam ke Rp2,8 Juta, UBS dan Galeri24 Terkoreksi

“Dengan posko terpusat yang terintegrasi, evakuasi bisa dilakukan lebih cepat dan warga mengungsi dengan aman serta nyaman. Infrastruktur siap, dan mitigasi jangka panjang bisa diterapkan,” ujar Suharyanto dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (26/11/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap erupsi tahunan Semeru, terutama bagi warga yang masih tinggal di zona merah atau kawasan yang tidak direkomendasikan untuk permukiman.

Menurutnya, penataan lokasi hunian dan pemindahan ke area aman menjadi kunci keselamatan. “Edukasi dan dialog tetap dilakukan agar warga memahami risiko dan prosedur evakuasi,” katanya.

Baca Juga:  170 Pendaki Semeru Dievakuasi Imbas Kebakaran, Semua Dipastikan Aman

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyambut baik rekomendasi BNPB tersebut. Ia menilai fasilitas pengungsian terpusat tidak hanya berfungsi saat bencana, tetapi juga dapat dimanfaatkan sepanjang tahun sebagai ruang kegiatan masyarakat.

“Itu bagian dari strategi mitigasi berkelanjutan dan memastikan keselamatan warga tetap prioritas utama,” ujarnya.

Indah menambahkan bahwa rencana tersebut membutuhkan koordinasi lintas lembaga, mulai dari BNPB, pemerintah daerah, TNI/Polri, hingga kementerian terkait. Dengan kolaborasi itu, kesiapsiagaan, evakuasi, pemulihan, hingga edukasi masyarakat dapat berjalan simultan dan lebih efektif.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB