Sungai Nyiburan Meluap Genangi Permukiman dan Jalur Utama Sampang–Bangkalan

- Publisher

Rabu, 19 November 2025 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas mengatur lalu lintas di jalur Sampang-Bangkalan yang terendam banjir akibat sungai meluap (Foto: Dok Polres Sampang-Ist/BS)

i

Petugas mengatur lalu lintas di jalur Sampang-Bangkalan yang terendam banjir akibat sungai meluap (Foto: Dok Polres Sampang-Ist/BS)

Bicarasurabaya.com – Hujan lebat sejak Selasa malam membuat Sungai Nyiburan di Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, meluap dan merendam permukiman warga hingga jalur utama Madura pada Rabu (19/11/2025). Akibatnya, arus lalu lintas Sampang–Bangkalan sempat tersendat dan kendaraan melintas pelan karena genangan mencapai setengah meter.

Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji, menjelaskan bahwa banjir awalnya merendam dua desa di Jrengik, yakni Dusun Nyiburan di Desa Panyepen dan Desa Taman. Petugas gabungan dari Polri, TNI, dan unsur pemerintah daerah diterjunkan untuk membantu pengamanan lalu lintas.

Baca Juga:  Massa Perguruan Silat Aksi di Surabaya, Polisi Alihkan Sejumlah Ruas Jalan

“Kami langsung ke lokasi membantu pengendara melintas karena jalan terendam,” ujar Eko.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seiring intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Jrengik dan Tambelangan, luapan air meluas ke empat desa. Kepala Pelaksana BPBD Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, menyebut daerah terdampak meliputi Desa Panyepen, Majengan, Margantoko, dan Taman.

“Air mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 04.00 WIB dan sekitar pukul 07.00 WIB sudah meluber ke jalur utama Sampang–Bangkalan,” kata Fajar.

Baca Juga:  Harga Emas Hari Ini: Antam Naik, UBS dan Galeri24 Melemah

Selain rumah warga, genangan juga merendam area persawahan. BPBD masih mendata jumlah warga terdampak. Ketinggian air di beberapa titik mencapai 30–50 sentimeter dengan arus cukup deras.

“Kendaraan besar masih bisa melintas, tapi pengendara harus ekstra hati-hati,” ujar Fajar.

Hingga siang hari, petugas masih berada di lapangan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan memantau kemungkinan kenaikan debit air.(BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB