15 Siswa SMP di Surabaya Positif Narkoba, BNNP Jatim Soroti Parahnya Kondisi Jalan Kunti

- Publisher

Kamis, 13 November 2025 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Budi Mulyanto (Foto: Istimewa/BS)

i

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Budi Mulyanto (Foto: Istimewa/BS)

Bicarasurabaya.com – Fakta mencengangkan kembali terungkap dari operasi penindakan narkoba di kawasan Jalan Kunti, Surabaya. Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur (BNNP Jatim) menemukan 15 siswa SMP positif menggunakan narkotika, hasil dari tes acak terhadap 50 pelajar di sekitar kawasan tersebut.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol. Budi Mulyanto menyebut temuan itu sebagai peringatan serius akan meluasnya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.

“Anak-anak ini bukan pelaku kriminal, tapi korban yang harus diselamatkan,” ujarnya di Kantor BNNP Jatim, Kamis (13/11/2025).

Operasi yang dilakukan BNNP Jatim pekan ini tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pendekatan rehabilitatif dan sosial.

Petugas bahkan diterjunkan tanpa atribut ke sekolah-sekolah sekitar Jalan Kunti untuk membangun komunikasi dengan siswa dan guru, sekaligus mendorong program rehabilitasi mandiri.

“Kami datang bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk menyelamatkan. Fokus kami bukan hanya menangkap, tapi menyadarkan,” kata Budi.

Selain pelajar, petugas juga mengamankan 15 orang di bawah umur serta menemukan sejumlah barang bukti yang menunjukkan tingginya aktivitas penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Lansia Bertahan Semalaman di Atap Rumah, Damkar Turun Tangan

Budi mengungkapkan, banyak pengguna di kawasan Jalan Kunti merupakan pekerja harian atau warga berpenghasilan rendah yang dieksploitasi oleh jaringan pengedar untuk mengedarkan narkoba dalam jumlah kecil.

“Ini bentuk kejahatan luar biasa. Mereka merusak kehidupan masyarakat kecil yang hanya ingin hidup layak,” tegasnya.

Meski operasi penindakan telah dilakukan berulang kali, peredaran narkoba di kawasan itu belum juga surut. Budi menilai, lemahnya sinergi antarinstansi menjadi salah satu penyebabnya.

“Kita semua harus duduk satu meja—BNN, kepolisian, pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat—untuk membebaskan Jalan Kunti dari cengkeraman bandar,” ujarnya.

Baca Juga:  Jual Miras Saat Ramadan, Restoran di Surabaya Ditindak

Sebagai tindak lanjut, BNNP Jatim akan berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya untuk menyiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi mantan pengguna, termasuk pelatihan keterampilan di bidang bengkel, pertanian, dan perikanan.

“Tujuannya agar mereka punya masa depan dan tidak kembali ke dunia narkoba,” ujar Budi.

Ia menutup dengan ajakan kepada masyarakat dan media untuk ikut aktif dalam upaya pencegahan.

“Ini bukan sekadar penegakan hukum, tapi perjuangan kemanusiaan untuk menyelamatkan generasi muda,” tandasnya.(BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB