Bicarasurabaya.com – RSUD Dr Soetomo mencatat sembilan korban ledakan petasan selama libur Lebaran 2026. Satu orang di antaranya meninggal dunia akibat luka berat.
Kepala IGD RSUD Dr Soetomo, M Hardian Basuki, mengatakan korban mengalami berbagai tingkat cedera, mulai dari luka bakar ringan hingga kerusakan organ vital.
“Total ada sembilan pasien dengan tingkat keparahan berbeda. Satu pasien meninggal dunia,” ujarnya saat dikonfirmasu, Kamis (26/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Korban meninggal merupakan pria 50 tahun asal Jombang yang mengalami luka berat. Sementara itu, satu pasien lain sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan.
Sebagian besar pasien kini dirawat di unit khusus luka bakar (Burn Unit). Mereka sebelumnya ditangani di IGD sebelum dipindahkan untuk perawatan lanjutan, termasuk tindakan operasi oleh tim bedah plastik.
Mayoritas korban merupakan remaja berusia 9 hingga 18 tahun. Namun, terdapat juga pasien dewasa berusia 26 dan 50 tahun. Para korban berasal dari sejumlah daerah, antara lain Jombang, Kertosono, Pasuruan, Sidoarjo, Nganjuk, dan Mojokerto.
Selain luka bakar, ledakan petasan juga menyebabkan cedera serius lain, seperti kerusakan mata, gangguan pendengaran, hingga patah tulang pada jari tangan.
“Tidak hanya luka bakar, ada juga cedera mata, telinga, dan fraktur pada jari akibat tekanan ledakan,” jelasnya.
Data rumah sakit menunjukkan tren peningkatan korban dibanding tahun lalu. Pada 2025, tercatat tujuh pasien dengan mayoritas cedera pada tangan.(BS/za)











