Cegah Kemiskinan Baru, Surabaya Perluas Jaminan Sosial untuk Pekerja Informal

- Publisher

Sabtu, 8 November 2025 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Launching Perisai Pancasila (Foto: Humas/BS)

i

Launching Perisai Pancasila (Foto: Humas/BS)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal melalui program Perisai (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia) yang resmi diluncurkan. Program ini merupakan kolaborasi antara Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya dengan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur.

Kepala Disperinaker Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa program Perisai bertujuan mendata dan menjangkau pekerja formal maupun informal yang belum memiliki jaminan BPJS Ketenagakerjaan.

“Pemerintah wajib memastikan semua pekerja terlindungi. Pekerja informal seperti pedagang, tukang becak, atau petani bisa mendaftar secara mandiri. Tantangannya adalah menumbuhkan kesadaran pentingnya jaminan sosial bagi mereka,” ujar Hebi dalam keterangannya yang dikutip, Sabtu (8/11/2025).

Ia menekankan, banyak kasus kecelakaan dan kematian pekerja yang tidak terlindungi jaminan sosial justru berujung pada munculnya kemiskinan baru.

“Supaya tidak ada lagi keluarga pekerja yang jatuh miskin karena kehilangan tulang punggung, kami dorong agar mereka dialihkan ke BPJS Ketenagakerjaan,” tegasnya.

Dalam implementasinya, Pemkot Surabaya bersama BPJS Ketenagakerjaan membentuk agen Perisai di tingkat RW. Agen-agen ini akan aktif mensosialisasikan manfaat jaminan sosial kepada pekerja bukan penerima upah (BPU).

“Pekerja formal seperti buruh dan karyawan mal memang wajib ikut BPJS Ketenagakerjaan. Tapi pekerja informal seperti penjual bakso, petani, nelayan, hingga ibu rumah tangga pun juga harus dilindungi,” kata Hebi.

Baca Juga:  RPH Unggas Surabaya Suplai Ayam untuk 12 SPPG MBG

Ia mencontohkan, jika pekerja mengalami kecelakaan dan tidak bisa bekerja, BPJS Ketenagakerjaan akan menanggung biaya pengobatan dan mengganti pendapatan keluarga.
“Kalau meninggal dunia, anaknya bisa disekolahkan sampai kuliah. Manfaatnya besar sekali dan bisa mencegah kemiskinan,” jelasnya.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Hadi Purnomo, menyampaikan bahwa saat ini sekitar 613 ribu pekerja atau 42 persen dari total pekerja di Surabaya sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Angka itu masih di bawah target nasional 58 persen.

Baca Juga:  Sidak Proyek Bozem, Eri Minta Penanganan Banjir Dipercepat

“Upaya Pemkot Surabaya luar biasa. Perlindungan sudah diberikan kepada ketua RW dan RT, Kader Surabaya Hebat (KSH), hingga pekerja non-ASN,” tutur Hadi.

Menurutnya, jaminan sosial ketenagakerjaan adalah salah satu instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan struktural. Tanpa perlindungan ini, masyarakat rentan justru berpotensi menambah beban sosial pemerintah.

“Kalau pekerja tidak terlindungi, risikonya bisa berantai. Program Perisai ini membantu memastikan warga berhak mendapatkan perlindungan tanpa keluar biaya ketika mengalami kecelakaan kerja,” pungkasnya.(BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB