ITS Kembangkan Paving Porous dari Limbah PLTU untuk Pemberdayaan Desa

- Publisher

Jumat, 31 Oktober 2025 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu mahasiswa ITS saat melakukan pengujian infiltrasi pada inovasi paving porous dari fly ash di Desa Sumberejo, Probolinggo. (Foto: Humas ITS/BS)

i

Salah satu mahasiswa ITS saat melakukan pengujian infiltrasi pada inovasi paving porous dari fly ash di Desa Sumberejo, Probolinggo. (Foto: Humas ITS/BS)

Bicarasurabaya.com — Tim peneliti dari Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan paving porous berbasis fly ash, limbah hasil pembakaran batu bara dari PLTU, sebagai inovasi ramah lingkungan untuk mengurangi risiko banjir sekaligus memberdayakan ekonomi desa.

Ketua tim peneliti, Dr Eng Yuyun Tajunnisa ST MT, menjelaskan bahwa banjir di kawasan perkotaan sering terjadi akibat menurunnya kemampuan tanah menyerap air karena alih fungsi lahan dan penggunaan perkerasan berpermeabilitas rendah.

“Perkerasan yang umum digunakan di kota tidak mampu mengalirkan air secara efektif. Akibatnya air hujan tertahan di permukaan dan menimbulkan genangan,” ujar Yuyun dalam keterangannya yang dikutip Jumat (31/10/2025)..

Dr Eng Ir Yuyun Tajunnisa ST MT IPM ASEAN (kiri bermasker) dan tim saat melakukan pengawasan produksi paving porous di rumah usaha BUMDes Sumberejo, Probolinggo. (foto: Humas ITS/BS)

Sebagai solusi, tim DTIS ITS mengembangkan paving block berpori (paving porous) yang memungkinkan air meresap langsung ke tanah. Material ini menggunakan fly ash dan CaCO₃ sebagai pengganti sebagian semen. Selain menekan biaya produksi, komposisi tersebut juga menurunkan emisi karbon.

Penelitian dilakukan melalui serangkaian uji laboratorium—mulai dari kuat tekan, porositas, hingga laju infiltrasi—dengan mengacu pada SNI 03-0691-1996 dan SNI 7752:2012. Hasilnya menunjukkan kombinasi material tersebut menghasilkan paving dengan kekuatan mekanis tinggi sekaligus permeabilitas yang baik.

Baca Juga:  Masjid Al Akbar Kembangkan Budidaya Ikan dan Melon Berbasis IoT

Riset ini tidak berhenti pada tahap laboratorium. Dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), tim ITS melanjutkannya ke tahap hilirisasi dan komersialisasi, bekerja sama dengan peneliti dari Departemen Manajemen Bisnis ITS untuk mengkaji potensi pasar dan model usaha berkelanjutan.

Kolaborasi juga melibatkan BUMDes Sumberejo, Kecamatan Paiton, Probolinggo, yang menjadi mitra dalam penerapan lapangan. Ketua BUMDes, Slamet Hariyadi, mengapresiasi kerja sama tersebut dan menyebutnya membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Naik Tajam Hari Ini, Tembus Rp 2,69 Juta

“Usaha produksi paving di desa kami membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan penghasilan warga. Dampaknya sudah terasa,” ujarnya.

Selain Yuyun, penelitian ini turut melibatkan sejumlah dosen dan mahasiswa dari DTIS serta Manajemen Bisnis ITS, termasuk Prof Ir Ridho Bayuaji ST MT PhD, Ir Yosi Noviari Wibowo STrT MT, Made Indrayana Supriyatna STrT MT, dan lainnya.(BS/za)

Berita Terkait

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang
UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber
Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob
Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri
Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta
Abu Vulkanik Bisa Rusak Paru-paru, Ini Cara Melindunginya
Patahan Surabaya Viral, Pakar Geologi ITS: Belum Terverifikasi Aktif
Mahasiswa UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Wonorejo Perkuat Branding dan Pemasaran Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:21 WIB

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber

Jumat, 25 September 2026 - 12:28 WIB

Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob

Kamis, 24 September 2026 - 07:03 WIB

Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri

Minggu, 20 September 2026 - 12:45 WIB

Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB