BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Timur

- Publisher

Senin, 27 Oktober 2025 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

Bicarasurabaya.com – Sejumlah wilayah lain di Jawa Timur berpotensi mengalami cuaca ekstrem. BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di kawasan pegunungan dan dataran rendah.

Masyarakat diminta mengantisipasi risiko banjir dan tanah longsor, terutama di daerah rawan bencana.

“Kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan, terutama di daerah yang memiliki potensi genangan dan pergerakan tanah. Selalu pantau informasi resmi BMKG dan pemerintah daerah,” tulis BMKG dalam keterangannya, Senin (27/10/2025).

Secara umum, cuaca di Jawa Timur pada Oktober 2025 didominasi oleh kondisi berawan dan hujan ringan dengan suhu udara antara 17–33 derajat Celsius.

Dari 38 kabupaten dan kota, sebagian besar diprediksi berawan, sementara beberapa daerah seperti Ngawi, Jember, dan Banyuwangi berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang.

Beberapa prakiraan cuaca di wilayah utama Jawa Timur:

  • Malang & Batu: Hujan ringan, suhu 17–29°C, kelembapan hingga 98%.
  • Jember & Banyuwangi: Hujan ringan, suhu 22–30°C.
  • Madiun & Ngawi: Berawan hingga petir, suhu 22–32°C.
  • Kediri & Blitar: Hujan ringan, suhu 22–30°C.
  • Lamongan, Gresik & Sidoarjo: Umumnya berawan, suhu 23–32°C.
  • Madura (Sampang, Pamekasan, Sumenep): Hujan ringan, kelembapan tinggi mencapai 99%.
Baca Juga:  Surabaya Genjot Sertifikasi Tukang untuk Dukung Proyek Infrastruktur

BMKG mengimbau warga merencanakan aktivitas dengan bijak, membawa perlengkapan hujan jika bepergian, dan memantau pembaruan cuaca melalui kanal resmi BMKG.

Dengan tingkat kelembapan yang tinggi di sebagian besar wilayah, BMKG mengingatkan efek fisiologis yang dapat dirasakan masyarakat. Udara dengan kelembapan di atas 90% membuat tubuh sulit menguapkan keringat sehingga terasa lebih panas dan cepat lelah.

“Kondisi lembap perlu diantisipasi terutama bagi pekerja luar ruangan. Pastikan asupan cairan cukup dan hindari aktivitas berat di siang hari,” saran BMKG.

Baca Juga:  Emas Antam Tak Bergerak Usai Anjlok, Kini Rp 2,805 Juta per Gram

Warga di seluruh Jawa Timur diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem, terutama menjelang peralihan musim hujan.(BS/za)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB