Bicarasurabaya.com – Sejumlah wilayah lain di Jawa Timur berpotensi mengalami cuaca ekstrem. BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di kawasan pegunungan dan dataran rendah.
Masyarakat diminta mengantisipasi risiko banjir dan tanah longsor, terutama di daerah rawan bencana.
“Kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan, terutama di daerah yang memiliki potensi genangan dan pergerakan tanah. Selalu pantau informasi resmi BMKG dan pemerintah daerah,” tulis BMKG dalam keterangannya, Senin (27/10/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara umum, cuaca di Jawa Timur pada Oktober 2025 didominasi oleh kondisi berawan dan hujan ringan dengan suhu udara antara 17–33 derajat Celsius.
Dari 38 kabupaten dan kota, sebagian besar diprediksi berawan, sementara beberapa daerah seperti Ngawi, Jember, dan Banyuwangi berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang.
Beberapa prakiraan cuaca di wilayah utama Jawa Timur:
- Malang & Batu: Hujan ringan, suhu 17–29°C, kelembapan hingga 98%.
- Jember & Banyuwangi: Hujan ringan, suhu 22–30°C.
- Madiun & Ngawi: Berawan hingga petir, suhu 22–32°C.
- Kediri & Blitar: Hujan ringan, suhu 22–30°C.
- Lamongan, Gresik & Sidoarjo: Umumnya berawan, suhu 23–32°C.
- Madura (Sampang, Pamekasan, Sumenep): Hujan ringan, kelembapan tinggi mencapai 99%.
BMKG mengimbau warga merencanakan aktivitas dengan bijak, membawa perlengkapan hujan jika bepergian, dan memantau pembaruan cuaca melalui kanal resmi BMKG.
Dengan tingkat kelembapan yang tinggi di sebagian besar wilayah, BMKG mengingatkan efek fisiologis yang dapat dirasakan masyarakat. Udara dengan kelembapan di atas 90% membuat tubuh sulit menguapkan keringat sehingga terasa lebih panas dan cepat lelah.
“Kondisi lembap perlu diantisipasi terutama bagi pekerja luar ruangan. Pastikan asupan cairan cukup dan hindari aktivitas berat di siang hari,” saran BMKG.
Warga di seluruh Jawa Timur diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem, terutama menjelang peralihan musim hujan.(BS/za)





