Semburan Air Bercampur Gas di Sungai Rungkut Madya, ITS: Berasal Dari Gas Alam di Bawah Tanah

- Publisher

Jumat, 17 Oktober 2025 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa-BPBD/BS)

i

(Foto: Istimewa-BPBD/BS)

Bicarasurabaya.com – Tim ITS menduga semburan air bercampur gas di Sungai Kebun Agung, Rungkut Madya berasal dari gas alami bawah tanah, bukan akibat kebocoran pipa utilitas. Dugaan ini diperkuat setelah dilakukan pengujian dilapangan.

“Dari hasil uji menunjukkan kandungannya berupa gas alam dan belerang, bukan gas buatan dari jaringan PGN,” kata Dosen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Wien Lestari ST MT dilokasi, Jumat (17/10/2025).

Ia mengungkapkan, gas yang menyembur kemungkinan merupakan sisa aktivitas vulkanik atau magmatis purba yang masih tersimpan di lapisan bawah tanah Surabaya.

Hal ini dikuatkan dengan adanya kejadian serupa di lokasi yang tidak jauh saat ini beberapa waktu lalu yakni di Gunung Anyar dan Kedungsari, dengan karakteristik semburan air dan gas yang bertahan beberapa waktu sebelum akhirnya mereda.

“Secara geologis, Surabaya tersusun dari lapisan lempung dan endapan tebal yang menyimpan gas serta hidrokarbon. Karena itu, Surabaya Timur memang rawan muncul semburan alami seperti ini,” jelasnya.

Untuk memastikan dugaan awal yakni akibat gas alam dari bawah tanah, ITS akan melakukan penelitian lanjutan dengan melakukan pemetaan utilitas bawah tanah, studi geofisika permukaan, serta pengambilan sampel air untuk diuji di laboratorium.

Baca Juga:  Plafon SMPN 60 Surabaya Ambruk, Pemkot Bentuk Satgas Evaluasi Sekolah

“Uji laboratorium diperlukan untuk melihat apakah air mengandung hidrokarbon atau logam berat. Jika ditemukan kandungan minyak atau TPH (Total Petroleum Hydrocarbon), bisa jadi ada potensi pencemaran,” ujar Wien.

Dari pengamatan visual sementara, tidak ditemukan indikasi tumpahan minyak.

“Airnya tampak bersih, tidak ada lapisan minyak atau warna mengilap di permukaan, jadi besar kemungkinan ini murni gas,” tegasnya.

Wien memastikan fenomena ini tidak berbahaya bagi warga karena terjadi di area terbuka.

Baca Juga:  Jelang Subuh, Warga Tambak Asri Dikejutkan Ular Pyton 3,5 Meter

“Selama berada di ruang outdoor seperti sungai, risikonya sangat kecil. Yang perlu diwaspadai hanya jika semburan muncul di kawasan permukiman padat,” ujarnya.

Ia menambahkan, semburan kemungkinan akan mereda secara alami seiring berkurangnya tekanan gas di bawah tanah.

“Biasanya begitu tekanan gasnya habis, semburan berhenti sendiri. Yang penting, kita tetap pantau dan pastikan tidak ada kebocoran pipa utilitas di sekitar lokasi,” tutup Wien.(BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB