Bicarasurabaya.com – Aula SMAN 6 Surabaya mendadak berubah menjadi ruang sinema ketika mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menggelar program Layar Keliling 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh Komunitas Perfilman Kinne Komunikasi dari Program Studi Ilmu Komunikasi.
Ratusan siswa kelas XII duduk rapi menatap layar putih di depan mereka, menanti film pertama diputar. Begitu lampu dipadamkan, suasana hening seketika menyelimuti ruangan, menandai dimulainya pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya.
Dengan tema “Meraih Mimpi dalam Dunia Imajinasi,” Layar Keliling 2025 tidak hanya menayangkan film, tetapi juga mengajak siswa memahami proses kreatif di balik karya sinema. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya menanamkan literasi media sekaligus menginspirasi generasi muda agar lebih kritis terhadap tontonan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tiga film produksi mahasiswa ditampilkan secara berurutan, yakni Satu Menit Terakhir, Pilihan Terakhir, dan Arum Manis di Bulan Desember. Ketiga film tersebut menyoroti berbagai tema sosial dan moral yang dekat dengan kehidupan sehari-hari remaja.
“Film bukan hanya soal hiburan. Ia adalah medium bercerita, menyampaikan pesan, dan membangun mimpi. Kami ingin siswa melihat bahwa karya besar bisa dimulai dari langkah kecil,” ujar Nisa Indri Oktavia, Ketua Pelaksana Layar Keliling 2025.
Sesi diskusi setelah pemutaran menjadi bagian paling hidup dari kegiatan ini. Para siswa dengan antusias bertanya tentang proses pembuatan film, pencarian ide cerita, hingga tantangan dalam produksi dengan peralatan sederhana.
Ketua Kinne Komunikasi, Chessy Artheina Faah, menyebut bahwa momen interaksi seperti ini adalah inti dari Layar Keliling. “Kami tidak ingin siswa hanya menjadi penonton pasif. Kami ingin mereka berpikir, bertanya, bahkan mengkritik, karena di situlah kreativitas tumbuh,” ujarnya.
Kegiatan ini melibatkan 20 mahasiswa Kinne Komunikasi dengan pendampingan dari para dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jatim, yaitu Ririn Puspita T, Mohammad Syarrafah, Sigit Andrianto, dan Sumardjijati. Menurut Sumardjijati, kegiatan ini bukan sekadar ajang pemutaran film, melainkan upaya membangun jembatan antara dunia akademik dan sekolah dalam menumbuhkan kecerdasan emosional serta apresiasi terhadap karya kreatif.
“Melalui film, siswa belajar memahami emosi, pesan moral, dan nilai sosial dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan seperti ini membuat proses belajar terasa lebih hidup dan bermakna,” ungkap Sumardjijati.
Sebagai penutup, dilakukan penyerahan sertifikat kemitraan antara UPN Veteran Jatim dan SMAN 6 Surabaya sebagai simbol kerja sama berkelanjutan antara kampus dan sekolah. Kinne Komunikasi pun berencana memperluas program Layar Keliling ke lebih banyak sekolah agar semakin banyak pelajar terinspirasi mengekspresikan diri melalui karya film.
“Kalau mereka bisa bikin film, mungkin aku juga bisa,” bisik salah satu siswa seusai acara, dengan mata berbinar penuh semangat. (Penulis: Sumardjijati)











