BNPB: 13 Korban Diduga Masih Terjebak Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

- Publisher

Senin, 6 Oktober 2025 - 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com — Memasuki hari kedelapan operasi pencarian korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan masih ada 13 orang terjebak di bawah reruntuhan. Operasi penyelamatan dipusatkan di lantai dasar bangunan yang diyakini menjadi lokasi korban terperangkap.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayor Jenderal Budi Irawan, menyampaikan perkembangan terbaru tersebut dalam konferensi pers di Posko BNPB pada Senin (6/10/2025).

Menurutnya, hingga hari ketujuh pencarian, tim telah menemukan tujuh jenazah tambahan. “Dengan temuan itu, diperkirakan masih ada 13 korban lagi yang harus kita evakuasi dari lokasi runtuhnya musala di area pondok pesantren,” ujar Budi.

BNPB menegaskan bahwa operasi SAR gabungan kali ini akan dimaksimalkan dengan mengerahkan seluruh sumber daya. Progres pembersihan puing telah mencapai sekitar 80 persen, khususnya di jalur tengah bangunan yang menjadi prioritas pencarian. Area tersebut dianggap paling krusial karena ada indikasi kuat korban masih terjebak di sana.

Budi menekankan, tim berharap evakuasi bisa rampung pada hari ini. “Kami targetkan evakuasi selesai untuk 13 korban yang tersisa. Semua tim bekerja penuh kehati-hatian karena kondisi struktur reruntuhan yang masih rawan,” katanya.

Proses pengangkatan puing tidak bisa dilakukan sembarangan. Beton bangunan musala yang roboh ternyata masih terhubung dengan gedung lama di sisi selatan kompleks pesantren. Gedung itu mengalami kemiringan dan berpotensi runtuh jika penanganan tidak hati-hati.

Baca Juga:  Dua Korban Musala Ponpes Al Khoziny Kembali Teridentifikasi, Total 53 Jenazah Terungkap

Untuk mengatasi hal ini, tim SAR melakukan penyanggahan pada struktur gedung lama serta memutus sambungan beton antara gedung tersebut dan musala yang ambruk. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko getaran yang bisa memicu runtuhnya bagian lain bangunan.

“Semoga alat berat yang digunakan berfungsi dengan baik tanpa kendala. Dengan pemotongan sambungan beton dan penyanggahan gedung lama, kami optimistis target evakuasi bisa tercapai,” ujar Budi.

Hingga hari kedelapan, operasi SAR di lokasi Ponpes Al Khoziny melibatkan ratusan personel gabungan dari BNPB, Basarnas, TNI, Polri, hingga relawan. Setiap langkah evakuasi dilakukan dengan memperhatikan keselamatan tim penyelamat sekaligus mempercepat proses penemuan korban.

Baca Juga:  Ruang Arsip Polres KP3 Surabaya Terbakar, Diduga Korsleting AC

Situasi di lapangan masih penuh tantangan. Selain struktur bangunan yang tidak stabil, tim juga menghadapi kendala cuaca dan keterbatasan ruang gerak di area reruntuhan. Meski demikian, BNPB menegaskan semua upaya terus dimaksimalkan agar keluarga korban segera mendapat kepastian.

BNPB berharap, dengan dukungan alat berat, strategi evakuasi, dan kerja sama lintas lembaga, seluruh korban bisa ditemukan secepat mungkin.(BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB