Bicarasurabaya.com – Upaya evakuasi korban reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, kembali menemukan satu jenazah di bawah timbunan beton pada Jumat (3/10/2025) siang. Penemuan itu menambah jumlah korban meninggal menjadi 10 orang.
Kabar penemuan ini diungkapkan seorang Tim SAR. Ia menjelaskan jenazah ditemukan setelah tim berhasil melebur material cor di sisi barat musala. “Korban kami temukan pukul 14.07 WIB setelah proses peleburan beton. Jenazah langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk identifikasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (3/10/2025).
Sebelumnya, empat jenazah ditemukan dalam rentang waktu berbeda pada hari yang sama. Dua korban pertama berhasil dievakuasi pagi hari, pukul 07.30 WIB dan 07.36 WIB. Korban keempat ditemukan di sektor A4 sekitar pukul 11.34 WIB, tak jauh dari lokasi penemuan jenazah kelima.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menegaskan proses pencarian masih berlanjut. Hingga kini, alat berat telah membersihkan dua lantai bangunan ponpes yang ambruk. “Tinggal satu lapisan bangunan yang menjadi fokus. Kemungkinan masih ada korban lain di bawah reruntuhan,” katanya.
Data sementara mencatat 110 santri berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara 10 lainnya meninggal dunia. Namun, jumlah pasti korban yang masih tertimbun belum dapat dipastikan.
Operasi gabungan SAR, BPBD, TNI, dan Polri terus dikerahkan dengan bantuan alat berat dan teknik khusus, seperti peleburan beton, untuk mempercepat proses evakuasi. Pencarian diperkirakan masih berlangsung hingga seluruh area bangunan berhasil dibersihkan.(BS/za)











