Bicarasurabaya.com – Proses pencarian korban reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, kembali menemukan satu korban meninggal dunia pada Jumat (3/10/2025) pagi. Dengan temuan ini, jumlah korban jiwa akibat insiden ambruknya gedung pesantren pada Senin (29/9) sore bertambah menjadi delapan orang.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan korban terbaru dievakuasi pukul 10.17 WIB dari sektor A2, tepatnya di sisi kiri bangunan yang tertimbun beton.
Sementara untuk korban keempat, ditemukan pukul 11.34 di sektor A4 dalam keadaan meninggal juga. “Hari ini sudah ada tiga korban yang berhasil kami evakuasi. Korban ketiga ditemukan di bawah reruntuhan betonan,” ujar Nanang, Jumat (3/101/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga kini, tim SAR bersama aparat gabungan masih melanjutkan pencarian dengan mengerahkan alat berat. Dua lantai bangunan sudah berhasil dibersihkan, menyisakan satu lantai yang masih menjadi fokus evakuasi.
Nanang menyebut, besar kemungkinan masih ada korban lain yang tertimbun. “Kemungkinan lebih banyak korban ditemukan karena proses pembersihan tinggal menyisakan satu lapisan terakhir,” tambahnya.
Sebelumnya, dua korban telah ditemukan pada Jumat pagi, masing-masing pukul 07.30 WIB dan 07.36 WIB. Seluruh korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk proses identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Hingga hari kelima pascakejadian, suasana di lokasi masih dipenuhi keluarga santri dan warga sekitar yang menunggu kabar. Pihak berwenang memastikan operasi evakuasi akan terus dilakukan sampai seluruh kemungkinan korban berhasil ditemukan.
Tragedi runtuhnya Ponpes Al Khoziny ini menjadi pengingat pentingnya standar keamanan bangunan, terutama fasilitas pendidikan dan asrama santri, agar insiden serupa tidak kembali terulang.(BS/za)











