Kemiskinan di Surabaya Menyusut 3,56 Persen, Inflasi Terkendali dan Bantuan Pemerintah Efektif

- Publisher

Kamis, 2 Oktober 2025 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi-Grafik-Angka-Kemiskinan (Foto: Ist/BS)

i

Ilustrasi-Grafik-Angka-Kemiskinan (Foto: Ist/BS)

Bicarasurabaya.com – Jumlah penduduk miskin di Kota Surabaya tercatat menurun signifikan dalam setahun terakhir. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya menyebutkan, pada Maret 2025 jumlah penduduk miskin mencapai 105,09 ribu jiwa, turun 11,53 ribu jiwa dibandingkan Maret 2024 yang sebanyak 116,62 ribu jiwa.

Persentase penduduk miskin juga turun dari 3,96 persen pada Maret 2024 menjadi 3,56 persen pada Maret 2025. Penurunan ini disertai dengan perbaikan kualitas, tercermin dari Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) yang berkurang dari 0,65 menjadi 0,41 serta Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) yang menurun dari 0,16 menjadi 0,11.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Segera Distribusikan Seragam Sekolah Gratis bagi Siswa MBR

“Artinya, rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan, sementara kesenjangan antar penduduk miskin semakin menyempit,” ujar Kepala BPS Kota Surabaya, Arrief Chandra Setiawan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/10/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada Maret 2025, garis kemiskinan di Surabaya tercatat Rp775.597 per kapita per bulan, naik 4,43 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan rata-rata 4,83 anggota rumah tangga miskin, batas garis kemiskinan per rumah tangga diperkirakan sekitar Rp3,74 juta per bulan.

Baca Juga:  DPRD Surabaya Ingatkan Potensi Kebocoran Parkir

BPS juga mencatat tren penurunan kemiskinan yang konsisten dalam satu dekade terakhir. Pada 2015, jumlah penduduk miskin Surabaya masih 165,72 ribu jiwa (5,82 persen). Sepuluh tahun kemudian, angkanya turun menjadi 105,09 ribu jiwa (3,56 persen).

Menurut Arrief, keberhasilan ini tidak lepas dari beberapa faktor, di antaranya inflasi yang terkendali sebesar 0,63 persen sepanjang Maret 2024–Maret 2025, serta berbagai program perlindungan sosial pemerintah. Mulai dari bantuan langsung tunai (BLT), bantuan pangan non tunai (BPNT), program keluarga harapan (PKH), subsidi listrik, hingga bantuan pendidikan dan modal usaha, turut berkontribusi menekan angka kemiskinan.

Baca Juga:  15 Siswa SMP di Surabaya Positif Narkoba, BNNP Jatim Soroti Parahnya Kondisi Jalan Kunti

“Upaya pembangunan dan intervensi sosial ekonomi tidak hanya menekan jumlah penduduk miskin, tetapi juga memperbaiki kualitas hidup mereka,” pungkas Arrief.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB