Bicarasurabaya.com – Program pendampingan UPPKA Wonokromo 2025 terus berlanjut dengan materi yang semakin relevan bagi pelaku usaha kecil. Setelah sebelumnya mengupas strategi digital marketing untuk meningkatkan omzet melalui platform online, kini para peserta dibekali ilmu tentang branding, sebuah aspek penting yang menentukan daya tahan dan daya saing sebuah produk di pasar.
Materi branding ini dipandu oleh Mohammad Syarrafah, M.I.Kom, dosen muda Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, yang menekankan bahwa branding bukan hanya sekadar hiasan visual atau logo belaka. Lebih dari itu, branding adalah jiwa sebuah produk.
“Branding itu adalah nyawa. Produk tanpa branding hanya akan jadi barang biasa, mudah dilupakan, dan sulit bersaing. Tapi dengan branding yang kuat, produk akan punya identitas, nilai, dan kepercayaan yang membuat konsumen kembali lagi,” tutur Syarrafah di hadapan peserta, Sabtu (19/7/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam penjelasannya, Syarrafah mengurai bahwa branding mencakup banyak elemen. Mulai dari logo, warna khas, gaya komunikasi, hingga pengalaman pelanggan. Menurutnya, konsistensi dalam menampilkan elemen-elemen tersebut sangat penting agar konsumen mudah mengenali produk. “Logo memang penting, tapi branding jauh lebih luas. Branding adalah janji. Kalau janji ditepati, konsumen akan percaya dan loyal. Kalau janji tidak ditepati, branding hanya akan jadi slogan kosong,” tegasnya.
Ia mencontohkan beberapa merek lokal yang berhasil membangun branding kuat. Eiger, misalnya, konsisten membangun citra sebagai brand petualang yang tangguh. Sementara Madurasa berhasil menanamkan kesan sehat dan alami. Kedua merek tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa konsistensi branding bisa membawa produk lokal menuju pangsa pasar yang lebih luas.

Dalam sesi praktik, para pelaku UMKM Wonokromo diajak menggali identitas produk mereka masing-masing. Mereka diminta menyusun tagline sederhana, memilih warna dominan yang khas, hingga menuliskan cerita singkat tentang perjalanan usahanya. Beberapa peserta bahkan langsung mencoba memvisualisasikan ide logo baru dengan desain sederhana.
Syarrafah menyambut antusiasme itu dengan memberikan arahan praktis. Ia menekankan bahwa branding tidak harus selalu mahal atau rumit. Yang penting adalah konsistensi, cerita autentik, dan kejelasan pesan yang ingin disampaikan kepada konsumen.
Meski begitu, Syarrafah juga mengingatkan adanya sejumlah kesalahan umum yang kerap dilakukan pelaku UMKM dalam membangun branding. Di antaranya, sering mengganti nama atau logo, pesan merek yang tidak jelas, promosi yang tidak konsisten, hingga penggunaan nama yang sulit diingat. “Kalau branding kita berubah-ubah, konsumen akan bingung. Branding itu seperti wajah. Kalau terus berganti, orang akan sulit mengenali. Maka penting untuk menjaga identitas tetap konsisten,” ujarnya.
Materi branding ini melengkapi pelatihan digital marketing yang sebelumnya sudah diberikan. Jika digital marketing berfungsi sebagai jalan tol untuk menjangkau konsumen lebih cepat, maka branding adalah magnet yang membuat konsumen mau kembali dan menjadi loyal.
“Digital marketing membuat produk kita terlihat, tapi brandinglah yang membuat produk kita dikenang. Dengan kombinasi keduanya, UMKM bukan hanya bisa meningkatkan omzet, tapi juga memperluas pasar secara berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui pendampingan UPPKA Wonokromo 2025 yang digelar bersama Pemkot Surabaya, para pelaku UMKM diharapkan tidak hanya melek digital, tetapi juga mampu membangun citra produk yang kuat dan autentik. Hal ini akan membuat produk mereka lebih siap bersaing, tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga di pasar nasional hingga global.
“Kalau UMKM ingin kuasai pasar, branding adalah syarat mutlak. Branding membuat usaha kita berbeda, menarik, dan dipercaya. Inilah bekal penting agar UMKM Wonokromo semakin mandiri dan berdaya saing tinggi,” pungkas dosen muda UPN Veteran Jatim itu.
Penulis: Mohammad Syarrafah (Anggota Tim Pusat Riset Ekonomi, Sosial dan Humaniora UPN Veteran Jawa Timur, dan Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur)











