Bicarasurabaya.com – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Jawa Timur (Jatim) pada Jumat (26/9/2025) tercatat mengalami pergerakan berbeda. Beberapa komoditas turun, sebagian lainnya naik, sementara mayoritas tetap stabil. Kondisi ini menjadi sorotan karena langsung memengaruhi belanja harian masyarakat.
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim, harga bawang putih dan telur ayam kampung mengalami penurunan. Rata-rata harga bawang putih turun Rp476 menjadi Rp29.594 per kilogram, atau turun 1,58 persen dibanding sehari sebelumnya. Telur ayam kampung juga mengalami penurunan cukup signifikan, yakni Rp1.559 menjadi Rp45.111 per kilogram, atau turun 3,34 persen.
Sebaliknya, beberapa bahan lain justru naik. Harga cabai merah besar bertambah Rp959 menjadi Rp45.036 per kilogram, atau naik 2,18 persen. Daging ayam kampung juga naik tipis Rp369 menjadi Rp69.028 per kilogram, atau setara 0,54 persen. Sementara itu, harga cabai merah keriting, cabai rawit merah, dan bawang merah masih bertahan di level Rp47.501, Rp31.862, dan Rp32.658 per kilogram.
Selain komoditas yang mengalami pergerakan, mayoritas kebutuhan pokok lainnya terpantau stabil. Beras premium masih berada di angka Rp15.086 per kilogram, sementara beras medium Rp12.814 per kilogram. Gula kristal putih dijual Rp16.390 per kilogram, sedangkan harga minyak goreng curah tetap di Rp18.667 per liter.
Produk minyak goreng kemasan juga tidak berubah signifikan, yakni Rp20.179 per liter untuk kemasan premium, Rp17.278 per liter untuk kemasan sederhana, dan Rp16.472 per liter untuk merek Minyakita. Harga daging sapi paha belakang tercatat Rp119.432 per kilogram, daging ayam ras Rp36.702 per kilogram, serta telur ayam ras Rp27.568 per kilogram.
Di sisi lain, harga kebutuhan tambahan seperti susu dan garam juga tidak bergerak. Susu bubuk merek Bendera Rp42.475 per 400 gram per dos, Indomilk Rp41.218 per 400 gram per dos, sementara susu kental manis Bendera dan Indomilk berkisar Rp12.400 per kaleng. Garam halus masih Rp9.391 per kilogram, dan garam bata Rp1.670.
Perubahan harga ini, meski sebagian tampak kecil, tetap memberi pengaruh pada pengeluaran rumah tangga. Komoditas seperti cabai, bawang, hingga daging ayam kampung termasuk bahan yang hampir setiap hari dibutuhkan masyarakat. Fluktuasi harga bisa berimbas langsung pada anggaran dapur, terutama di kalangan keluarga menengah ke bawah.
Pemantauan harga harian menjadi penting bukan hanya bagi konsumen, melainkan juga pelaku usaha kuliner dan pedagang pasar. Informasi ini membantu mereka menyesuaikan strategi penjualan agar tetap stabil di tengah ketidakpastian harga.
Pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim bersama BPBD terus memperbarui data harga sembako setiap hari lewat Siskaperbapo. Data ini menjadi acuan dalam pengendalian inflasi daerah serta bahan evaluasi kebijakan distribusi dan stok pangan.(BS/za)









