Paus Balin Langka Ditemukan Mati di Tulungagung, Akan Dibiarkan Terurai Alami

- Publisher

Rabu, 24 September 2025 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkai Paus Balin sepanjang 7 meter yang terdmapar di Pantai Nglarap, Tulungagung. (Foto: Istimewa/BS)

i

Bangkai Paus Balin sepanjang 7 meter yang terdmapar di Pantai Nglarap, Tulungagung. (Foto: Istimewa/BS)

Bicarasurabaya.com – Seekor paus balin (Balaenoptera sp.) sepanjang sekitar tujuh meter ditemukan terdampar dan mati di Pantai Nglarap, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Senin (22/9). Temuan bangkai mamalia laut langka ini pertama kali dilaporkan seorang petani setempat.

Koordinator Pos Keamanan Laut Terpadu (Kamladu) Popoh, Aipda Maryanto, mengatakan kondisi paus sudah tak bernyawa saat ditemukan. Upaya evakuasi sempat dilakukan, namun terkendala akses jalan yang sulit dilalui alat berat. “Lubang kubur manual pun tidak memungkinkan karena keterbatasan tenaga,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (24/9/2025).

Baca Juga:  111 Korban Selamat dan 2 Tewas Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Dievakuasi ke Terminal Gapura Surya

Untuk sementara, tubuh paus diikat ke karang agar tidak hanyut kembali ke laut. Laporan kemudian diteruskan ke Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator BPSPL Denpasar Satker Surabaya, Suwardi, menjelaskan paus balin termasuk satwa dilindungi sehingga penanganannya harus sesuai prosedur. Ada empat metode standar: dikubur, dibakar, ditenggelamkan, atau dibiarkan terurai alami. Namun, opsi penguburan, pembakaran, maupun penenggelaman tak memungkinkan karena keterbatasan akses dan peralatan. “Lokasi jauh dari permukiman, sehingga diputuskan bangkai paus dibiarkan terurai secara alami,” katanya.

Baca Juga:  Cuaca Jawa Timur Hari Ini: Berawan, Hujan Ringan di Sejumlah Kota

Proses pembusukan diperkirakan berlangsung sekitar dua pekan hingga hanya menyisakan tulang belulang. Masyarakat diminta tidak mendekat karena penyebab kematian paus belum diketahui dan berpotensi menularkan penyakit. “Paus adalah mamalia berdarah panas, risikonya mirip manusia,” tambah Suwardi.(BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
UMK Jatim 2027 Belum Dibahas, Buruh Dorong Kenaikan 5-9%
Modifikasi Cuaca Digelar Lagi di Jatim, Lahan Tembakau Jadi Pengecualian
Khofifah: Combine Harvester Pangkas Panen dari 3 Hari Jadi 1 Jam per Hektare
Putri Pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah Nyai Mahfudhoh Aly Ubaid Wafat
Emil Dardak Dorong Akses Informasi Beasiswa Diperluas untuk Anak Muda Jatim

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:21 WIB

UMK Jatim 2027 Belum Dibahas, Buruh Dorong Kenaikan 5-9%

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Modifikasi Cuaca Digelar Lagi di Jatim, Lahan Tembakau Jadi Pengecualian

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Khofifah: Combine Harvester Pangkas Panen dari 3 Hari Jadi 1 Jam per Hektare

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB