Bicarasurabaya.com – Cuaca ekstrem kembali melanda Jawa Timur. Angin kencang menerjang Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Minggu (21/9/2025) sore, dan menyebabkan sedikitnya 55 rumah rusak serta satu warga terluka.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut angin kencang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di tiga kelurahan: Sumbersari, Karangrejo, dan Tegal Gede. “Laporan BPBD Jember menyebut 16 rumah rusak ringan, dua rumah rusak sedang, dan 37 rumah rusak berat,” ujarnya, Senin (22/9).
Selain permukiman, empat pertokoan juga terdampak. Akses jalan sempat terputus akibat pohon tumbang, sementara satu warga yang mengalami luka ringan telah dirawat di RS dr. Soebandi Jember. Tim reaksi cepat BPBD Jember bersama warga hingga kini masih melakukan asesmen dan membersihkan material pohon tumbang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem, terutama pada masa pancaroba yang rawan memicu angin kencang dan hujan lebat disertai petir.
Puting Beliung Terjang Madiun
Di hari yang sama, angin puting beliung menerjang tiga desa di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. BPBD setempat mencatat 53 rumah rusak, masing-masing 20 rumah di Desa Ngranget, 20 rumah di Desa Padas, dan 13 rumah di Desa Segulung.
Bupati Madiun Hari Wuryanto yang meninjau lokasi menegaskan tidak ada korban jiwa. “Pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan untuk meringankan beban warga terdampak serta mempercepat pemulihan,” ujarnya.
Sejak Senin pagi, petugas BPBD bersama TNI, Polri, Tagana, dan warga bergotong royong membersihkan material bangunan, mengevakuasi pohon tumbang, serta melakukan perbaikan darurat. Pemerintah Kabupaten Madiun juga menyalurkan bantuan pangan bagi korban.
Kebanyakan rumah warga mengalami kerusakan pada atap, dengan genting beterbangan setelah diterjang angin kencang disertai hujan deras pada Minggu malam.
Bupati Hari mengingatkan warga di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya menghadapi potensi banjir, longsor, maupun angin kencang saat memasuki musim peralihan.(BS/Za)









