Wali Kota Eri Hidupkan Semangat 1945, Perankan Residen Soedirman di Teatrikal Kolosal Perobekan Bendera

- Publisher

Rabu, 17 September 2025 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Wali Kota Eri Cahyadi pada saat perobekan bendera tahun lalu/dok.bicarasurabaya.com

i

Aksi Wali Kota Eri Cahyadi pada saat perobekan bendera tahun lalu/dok.bicarasurabaya.com

Bicarasurabaya.com – Semangat heroisme Arek-Arek Suroboyo kembali dihidupkan melalui pertunjukan kolosal yang memadukan sejarah, seni, dan edukasi publik. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkolaborasi dengan seniman lintas disiplin, pelajar, komunitas sejarah, veteran, dan Paguyuban Sepeda Kuno akan menggelar Teatrikal Kolosal Bersejarah Perobekan Bendera “Surabaya Merah Putih” pada Minggu, 21 September 2025, pukul 07.30 WIB. Acara ini dipusatkan di depan Hotel Majapahit (eks Hotel Yamato), lokasi bersejarah perobekan bendera Belanda.

Bertepatan dengan Car Free Day di Jalan Tunjungan Surabaya, pertunjukan ini bukan sekadar pementasan biasa, melainkan panggung edukasi yang mengajak masyarakat kembali ke masa lalu. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bahkan akan turut serta memerankan tokoh penting, yakni Residen Soedirman, simbol kepemimpinan rakyat Surabaya kala itu.

Wali Kota Eri menjelaskan, teatrikal ini merupakan cara membumikan sejarah agar tidak hanya tersimpan dalam arsip atau buku pelajaran. “Lewat pementasan ini, kami ingin masyarakat merasakan semangat 19 September 1945, semangat pantang menyerah yang membentuk karakter Surabaya hingga dikenal sebagai Kota Pahlawan,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).

Menurutnya, menghidupkan kembali peristiwa heroik di Hotel Majapahit diharapkan menjadi ruang perjumpaan bagi sejarah, seni, dan masyarakat luas. Ini sekaligus memperkuat identitas Surabaya sebagai Kota Pahlawan serta memberi inspirasi bagi generasi penerus.

“Penonton diundang hadir dan menyaksikan langsung pertunjukan gratis ini di sepanjang Jalan Tunjungan, menikmati atmosfer sejarah yang direka ulang spektakuler, sekaligus merasakan getaran perjuangan 80 tahun silam,” ajaknya.

Ia menegaskan, teatrikal perobekan bendera harus terus dilestarikan. Aksi ini menjadi pengingat tentang semangat perjuangan para pahlawan yang gagah berani merobek bendera Belanda hingga hanya menyisakan merah dan putih.

Baca Juga:  DPRD Desak Inspektorat Usut Tuntas Kasus Dugaan Mafia Perizinan di Surabaya

“Kami ingin mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan sejarah. Dulu, banyak pejuang rela berkorban nyawa demi kemerdekaan. Karena itu, di era sekarang kita tidak seharusnya saling bertikai,” jelasnya.

Konsep pementasan tahun ini berbeda karena tidak melibatkan aktor profesional, melainkan murni arek-arek Suroboyo. “Ini bukti bahwa generasi muda Surabaya memiliki tradisi baik, kreatif dalam membuat konsep, dan mampu membangkitkan semangat perjuangan. Kami berharap aksi ini jadi penggerak penyebaran jiwa kemerdekaan,” imbuhnya.

Ia meyakini para pemain merasa bangga terlibat dalam acara yang menghargai sejarah ini. “Semangat perjuangan pahlawan tidak boleh hilang. Kita harus terus saling mengingatkan agar peristiwa heroik ini tetap dikenang, karena di dalamnya ada tetesan darah para pejuang Surabaya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah menjelaskan, pertunjukan berdurasi sekitar 90 menit ini mengusung skenografi ludrukan khas Surabaya lawasan.

Baca Juga:  Eri Minta ASN Surabaya Tak Terpaku Desil, Verifikasi Bansos Turun ke RT/RW

“Pementasan menggabungkan elemen teater, tari, puisi, musik keroncong, seni instalasi, hingga parade sepeda kuno, membangun atmosfer Surabaya 1945 yang penuh ketegangan,” jelas Hidayat.

Ia menambahkan, Wali Kota Eri akan membuka pementasan dengan membacakan Proklamasi Pemerintahan Republik Indonesia, disusul adegan dramatik negosiasi dengan pengacara pro-Belanda, Mr. Ploegman.

Klimaksnya, aksi heroik Hariyono yang merobek bendera akan diiringi lagu “Berkibarlah Benderaku”, menambah getaran emosional bagi penonton. Gelaran ini melibatkan 1.000 pemain dari gabungan seniman dan pelajar.

“Skenario teatrikal ini bukan sekadar rekonstruksi sejarah, melainkan panggung edukasi publik yang menyentuh emosi sekaligus memantik kesadaran generasi muda tentang harga mempertahankan kemerdekaan,” pungkasnya. (Raf BS)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB