Hijau dan Pink di Balik ’17+8 Tuntutan Rakyat’: Warna sebagai Bahasa Perlawanan

- Publisher

Rabu, 17 September 2025 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi dari 17+8 Tuntutan Rakyat. Sumber Foto ANTARA FOTO Dhemas Reviyanto

i

Ilustrasi dari 17+8 Tuntutan Rakyat. Sumber Foto ANTARA FOTO Dhemas Reviyanto

Bicarasurabaya.com – Gelombang protes masyarakat sepanjang 25 Agustus–2 September 2025 melahirkan “17+8 Tuntutan Rakyat”, sebuah rangkuman aspirasi publik yang muncul setelah polemik kenaikan tunjangan dewan. Gerakan ini tak hanya hidup di jalanan, tetapi juga mendapat energi baru dari media sosial. Visual kampanye yang konsisten memakai warna hijau dan pink membuatnya mudah dikenali, sekaligus menyulut diskusi tentang kekuatan simbol dalam gerakan sosial.

Meski belum semua tuntutan dijawab pemerintah—mulai dari reshuffle kabinet hingga pembatalan tunjangan rumah anggota dewan—fenomena ini dinilai efektif mengonsolidasikan suara rakyat. Pertanyaannya, apakah benar pilihan warna berperan besar dalam keberhasilan sebuah gerakan?

Baca Juga:  Emas Antam Naik Rp45.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta/Gram

Asthararianty, dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) Petra Christian University Surabaya, menilai warna memang punya kekuatan lebih dari sekadar estetika. “Warna adalah bahasa universal. Ia mampu menyampaikan pesan, membangkitkan emosi, dan menyatukan berbagai kelompok masyarakat,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, setiap warna membawa makna psikologis dan kultural. Pink, misalnya, kerap diasosiasikan dengan kelembutan dan empati, sekaligus solidaritas. Sementara hijau memberi kesan segar dan tenang, serta menjadi simbol kehidupan dalam banyak budaya. “Makna-makna ini bisa berubah sesuai waktu dan latar budaya, tapi daya pengaruhnya tetap kuat,” jelas Astha, yang sejak 2009 mengajar desain grafis sebelum melanjutkan studi doktoralnya di Bandung.

Baca Juga:  Pemerintah Suspend 1.738 Dapur MBG yang Tak Penuhi Standar

Dalam dunia DKV, konsistensi penggunaan warna disebut dapat memperkuat daya ingat audiens terhadap pesan yang diwakilinya. Itulah sebabnya pemilihan warna dalam gerakan sosial tidak boleh asal. “Harus ada tujuan yang jelas dan dasar teori yang kuat,” tegasnya.

Bagi Astha, visual, khususnya warna, adalah strategi utama dalam komunikasi massa. Simbol visual tidak hanya mempertegas pesan, tetapi juga membangun identitas dan koneksi emosional dengan publik. “Visual punya kekuatan tak terbatas untuk menjembatani emosi dan persepsi,” katanya.

Baca Juga:  Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Turun, Ini Rincian Lengkapnya

Gerakan “17+8 Tuntutan Rakyat” pun menjadi contoh bagaimana simbol sederhana—dua warna kontras yang mencolok—dapat memperkuat solidaritas, mengikat massa, sekaligus memperluas jangkauan pesan. Pada akhirnya, hijau dan pink bukan hanya soal estetika, melainkan tentang bagaimana warna bisa menjadi bahasa perlawanan.(BS/Za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB