Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah mengevakuasi dua anak yang selama ini merawat ayah mereka dengan kondisi lumpuh, sekaligus diduga menjadi korban kekerasan.
Evakuasi dilakukan pada Kamis (11/9/2025) di rumah pria paruh baya berinisial BS, warga Kutisari Selatan, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati, mengatakan dua anak tersebut adalah A (4) dan B (7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keduanya kini tinggal di panti asuhan di bawah naungan gereja, bergabung bersama kakak kandung mereka BE (16) yang lebih dulu berada di sana.
“(A dan B) sudah langsung masuk panti. Sudah kita antar ke pantinya gabung sama kakaknya,” kata Ida saat dihubungi wartawan di Surabaya dikutip pada Sabtu (13/9/2025).
Ida menjelaskan, sebelumnya BE juga kabur dari rumah enam bulan lalu karena dugaan kekerasan yang dilakukan ayah mereka. BS mengalami lumpuh di kedua kaki setelah terjatuh di kamar mandi setahun terakhir.
Menurut Ida, ketiga anak tersebut akan difasilitasi Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya untuk kembali bersekolah. BE akan mengikuti program kejar paket, sementara B akan masuk SD terdekat dari panti, disusul A jika sudah cukup usia.
“Saya sudah koordinasi sama Pak Yusuf (Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya), itu (BE) akan dibantu kejar paket gitu,” jelas Ida.
Selain pendidikan, Pemkot Surabaya juga menyiapkan pendampingan psikologis dan trauma healing. Hal ini dilakukan karena ketiga anak tersebut diduga mengalami kekerasan sekaligus penelantaran.
“Karena kan anak ini dari kondisi sosial yang begitu tidak pernah berinteraksi kan pasti secara psikologis perlu pendampingan. Sambil kita coba trauma healing kan pasti anak segitu tuh kalau sudah dapat kekerasan kan ya pasti trauma,” tambah Ida.
Sementara di waktu terpisah, Camat Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya, Wawan Windarto, mengatakan evakuasi ini bertujuan untuk menyelamatkan hak anak agar bisa mendapatkan pengasuhan dan pendidikan yang layak.
“Sebenarnya kan target kita ini kan untuk menyelamatkan anaknya supaya bisa mendapatkan pengasuhan yang sebaik-baiknya termasuk juga hak sekolah kan gitu ya,” ujar Wawan.
Selain mengevakuasi anak-anak, Pemkot Surabaya juga membawa BS ke RS Menur untuk menjalani pemeriksaan medis dan perawatan. BS diduga mengalami komplikasi penyakit selain kelumpuhan akibat jatuh di kamar mandi.
“Ini juga koordinasi dengan DP3APPKB dan Dinsos, anak-anak ini sudah nanti insyaAllah diamankan di LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak),” jelas Wawan. (BS/Yan)











