Surabaya Tuan Rumah Forum Nasional Penanganan Darurat Sampah dalam MUNAS VII APEKSI 2025

- Publisher

Kamis, 8 Mei 2025 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia (LH RI) Hanif Faisol Nurofiq saat menjadi keynote speaker dalam acara tersebut/dok.bicarasurabaya.com

i

Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia (LH RI) Hanif Faisol Nurofiq saat menjadi keynote speaker dalam acara tersebut/dok.bicarasurabaya.com

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menyelenggarakan Forum Lingkungan Hidup Seluruh Indonesia bertajuk “Indonesia Darurat Sampah. Bagaimana Strategi Penanganannya?”, di ruang Diamon, Grand City Convex Surabaya, Rabu, (7/5/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional (MUNAS) VII APEKSI 2025.

Forum ini, turut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia (LH RI) Hanif Faisol Nurofiq sebagai keynote speaker dan dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Pengurus APEKSI Eri Cahyadi. Tidak hanya itu, forum tersebut juga diikuti oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto serta dihadiri oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dari 98 kota anggota APEKSI.

Forum ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah secara nasional, khususnya dalam mengganti praktik open dumping yang masih terjadi di sejumlah daerah. Selain itu, juga mendorong penerapan teknologi pengelolaan sampah yang sesuai standar sanitasi dan ramah lingkungan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan ini, Menteri LH RI Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, melalui APEKSI diharapkan bisa mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan serta bisa menjadi wadah untuk memecahkan masalah di sebuah kota. Salah satunya adalah soal penanganan dan pengelolaan sampah di perkotaan.

Baca Juga:  Kolaborasi Pemkot–GMS Salurkan 4.000 Sembako Jelang Natal

Hanif menyebutkan, data dari sistem informasi pengolahan sampah nasional, pengelolaan sampah di Indonesia baru mencapai 39,1 persen atau sekitar 22,9 juta ton dari total 56,6 juta ton pada tahun 2023 yang mampu dikelola oleh pemerintah pusat. Selain itu, ia menjelaskan, berdasarkan peraturan presiden (Perpres) Nomor 12 tahun 2025 tentang RPJMN menargetkan pengelolaan sampah wajib tuntas di tahun 2029 dengan target di tahun 2025 mencapai 51 persen.

“Ada gap 11 persen lebih yang harus akan kita capai dalam waktu beberapa bulan ini. Kalau kita bisa mengatasi pengolahan sampah di kota, artinya pengelolaan sampah di Indonesia akan relatif bisa kita selesaikan,” kata Hanif.

Di kesempatan ini, Hanif turut menyampaikan amanat Presiden RI Prabowo Subianto terkait pengelolaan sampah. Menurutnya, penanganan sampah menjadi salah satu konsen Presiden Prabowo, maka dari itu dalam waktu dekat Kementerian LH akan menyiapkan gerakan nasional dalam mendukung Indonesia bersih dari sampah.

“Penanganan sampah akan di bawah kendali Bapak Presiden (Prabowo), bahkan setiap minggunya bapak-ibu wali kota juga akan diminta memberikan contoh nyata kepada masyarakat soal pengelolaan sampah oleh pak presiden,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Percantik Taman Pasif di Jalan Raya Darmo

Dalam kesempatan ini, Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup itu turut mengapresiasi langkah pengelolaan sampah yang dijalankan oleh Pemkot Surabaya. Diketahui, dalam waktu dekat Pemkot Surabaya  menargetkan 500 Rw memiliki pengelolaan sampah mandiri.

Menurutnya, hal ini patut dicontoh oleh kota-kota lain di Indonesia dalam mengatasi permasalahan sampah nasional. Bahkan ia berharap, program yang dijalankan oleh Pemkot Surabaya itu bisa memenuhi target nasional dalam waktu dua tahun ke depan.

“Jadi ini langkah-langkah serius yang kita lakukan, tergantung pendekatan kita, bagaimana masyarakatnya seperti apa dan pemilik kawasannya seperti apa. Tentunya, komunikasi, informasi, edukasi harus kita bangun dengan fondasi yang betul,” harapnya.

Di samping itu, Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Eri Cahyadi menyadari, bahwa salah satu faktor yang menjadi permasalahan di sebuah kota adalah sampah. Oleh sebab itu, agar permasalahan sampah di sebuah kota bisa teratasi, dibutuhkan inovasi dan keberanian.

Melalui Munas VII APEKSI 2025, Eri ingin, bisa melahirkan inovasi dan solusi soal penanganan sampah di sebuah kota ke depannya. “Karena kan sebenarnya (Munas APEKSI) ini adalah penyelesaian, ini adalah tugas kita sebagai penanggung jawab di kota kita masing-masing. Karena APEKSI ini menjadi jembatan bapak-ibu semuanya agar kita bisa (berinovasi mengatasi sampah),” kata Eri.

Baca Juga:  Fiskal Tertekan, Surabaya Kaji KPBU untuk Perbaikan Jalan

Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya itu berharap, melalui Munas VII APEKSI 2025, bisa membuat kota-kota di Indonesia lebih berani berinovasi dalam mewujudkan program-programnya. Terutama dalam hal penanganan sampah di kotanya masing-masing.

“Apa harapan saya dengan adanya ini (APEKSI), tidak ada lagi kota-kota di Indonesia ketika menghadapi masalah sampah takut bercerita. Itu yang saya inginkan, sehingga APEKSI bisa menjadi jembatan seluruh wali kota,” pungkasnya.

Diketahui, sebelum Forum Lingkungan Hidup Seluruh Indonesia digelar, Pemkot Surabaya mengajak para peserta yang terdiri dari perwakilan Dinas Lingkungan Hidup 98 kota anggota APEKSI kunjungan lapangan ke TPA Benowo. Melalui forum dan kunjungan lapangan ini, diharapkan bisa menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis dan solusi konkret yang dapat diadopsi oleh pemerintah kota lainnya di Indonesia. (BS01)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB