Surabaya Bergerak Jilid II Diluncurkan, Bangun Kembali Semangat Gotong Royong Warga Menjaga Lingkungan

- Publisher

Kamis, 24 Oktober 2024 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Apel launching

i

Apel launching "Surabaya Bergerak" Jilid II di plaza Gedung Internatio, kawasan Kota Lama Surabaya, Kamis (24/10/2024) /Foto: Pemkot Surabaya


Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara resmi meluncurkan gerakan sosial bertajuk “Surabaya Bergerak” Jilid II. Gerakan sosial ini merupakan sebuah inisiatif yang melibatkan semua elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup warga melalui gotong royong.

Gerakan “Surabaya Bergerak” Jilid II melanjutkan program Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang sebelumnya sukses berjalan pada tahun 2022. Dimana semua elemen bergerak gotong royong, khususnya RT/RW melakukan kerja bakti massal bersih-bersih saluran tersier di wilayah lingkungan masing masing.

Peluncuran gerakan “Surabaya Bergerak” Jilid II ditandai dengan apel bersama di plaza Gedung Internatio, kawasan Kota Lama Surabaya, Kamis (24/10/2024) pagi. Apel bersama dipimpin oleh Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Surabaya, Restu Novi Widiani.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, berkat dukungan dari berbagai pihak, hari ini kita bisa mencanangkan program Surabaya Bergerak Jilid II. Gerakan ini untuk mengembalikan semangat gotong royong warga yang telah kita mulai pada Surabaya Bergerak Jilid I tahun 2022,” ujar PJs Wali Kota Surabaya.

Apel launching "Surabaya Bergerak" Jilid II di plaza Gedung Internatio, kawasan Kota Lama Surabaya, Kamis (24/10/2024) /Foto: Pemkot Surabaya
Apel launching “Surabaya Bergerak” Jilid II di plaza Gedung Internatio, kawasan Kota Lama Surabaya, Kamis (24/10/2024) /Foto: Pemkot Surabaya

Gerakan “Surabaya Bergerak” Jilid II, diawali dengan kegiatan kerja bakti massal membersihkan kawasan Sungai Kalimas, mulai dari Monumen Kapal Selam (Monkasel) hingga Jembatan Petekan. Kegiatan itu di antaranya membersihkan sampah, rumput liar, ranting pohon, eceng gondok, sampah plastik, daun kering hingga melakukan pengecatan pagar pembatas sungai.

Baca Juga:  Nekat Beroperasi Saat PPKM, Satpol PP Segel RHU di Jalan Kusuma Bangsa

Bersih-bersih Sungai Kalimas kali ini terbagi ke dalam 12 zona dengan melibatkan lebih dari 4.000 orang. Zona pertama berada di Monumen Kapal Selam hingga Dermaga Panglima. Lalu zona kedua yaitu Dermaga Panglima sampai dengan Eks Hotel Weta dan zona ketiga di depan Eks Hotel Weta sampai Museum Pendidikan. Kemudian zona keempat mulai Museum Pendidikan hingga Jembatan Bungkok di depan Taman Budaya.

Selanjutnya zona kelima berada di Jembatan Bungkok hingga Jalan Peneleh. Kemudian zona keenam ada di Jalan Peneleh hingga Pasar Besar Wetan dan zona ketujuh berada di Pasar Besar Wetan sampai ke arah Kebon Rojo.

Sementara zona kedelapan ada di titik Kebon Rojo sampai Jembatan Merah. Lalu zona kesembilan, ada di sepanjang Jalan Kalimas Utara dan Kalimas Barat di sisi Jembatan Merah Plaza. Kemudian zona kesepuluh berada di Sepanjang Jalan Kalimas Barat. Sementara zona kesebelas, di sepanjang Jalan Kalimas Timur dan zona keduabelas berada di Jalan Petekan.

Baca Juga:  Promosikan Mihol di Medsos, Pengusaha Bisa Terancam Pidana atau Denda Rp50 Juta

Tidak hanya sekadar membersihkan Sungai Kalimas, Restu Novi mengungkapkan bahwa peluncuran “Surabaya Bergerak” Jilid II sekaligus bertujuan untuk membangun kembali budaya gotong royong warga dalam menjaga lingkungan. Termasuk pula untuk menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi dan musim penghujan.

“Selain antisipasi banjir, gerakan ini juga bertujuan untuk membangun dan memupuk gotong royong warga dalam menjaga Kota Surabaya. Saya percaya dan optimis, bahwa gotong royong sangat melekat di hati arek-arek Suroboyo,” tutur Restu Novi.

Kerja bakti massal membersihkan Sungai Kalimas Surabaya /Foto: Pemkot Surabaya
Kerja bakti massal membersihkan Sungai Kalimas Surabaya /Foto: Pemkot Surabaya

Setelah gerakan “Surabaya Bergerak” Jilid II resmi diluncurkan, para pemangku kepentingan di wilayah RT/RW bisa mulai mendaftarkan diri mengikuti program turunannya melalui laman https://bergerak.surabaya.go.id.

Melalui laman tersebut, pengurus RT/RW dapat menginformasikan kapan dan di mana mereka melaksanakan kegiatan kerja bakti. Nantinya, Pemkot Surabaya akan membantu memfasilitasi dalam pengangkutan sampah hasil dari kegiatan tersebut.

Karena itu, Restu Novi mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam gerakan “Surabaya Bergerak” Jilid II. Ia optimistis partisipasi aktif masyarakat mengikuti gerakan ini akan lebih masif dari pelaksanaan sebelumnya.

Baca Juga:  Dukung Program Pemerintah, Warga Rungkut Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19

“Saya yakin Surabaya Bergerak Jilid II akan sukses, karena ini sudah mendarah daging buat warga Surabaya. Selanjutnya Surabaya Bergerak akan dilanjutkan setiap pekan di kampung-kampung,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro menjelaskan bahwa lebih dari 4.000 orang ikut serta dalam peluncuran “Surabaya Bergerak” Jilid II. Termasuk di antaranya anggota TNI/Polri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelajar dan berbagai komunitas.

“Tujuan dari launching ini adalah untuk menggiatkan kembali Surabaya Bergerak Jilid I di tahun 2022 dan sekarang kita masifkan kembali,” kata Agus Hebi.

Infografis Surabaya Bergerak Jilid II (Pemkot Surabaya)
Infografis Surabaya Bergerak Jilid II (Pemkot Surabaya)

Di samping itu, Hebi menyatakan bahwa “Surabaya Bergerak” Jilid II sekaligus sebagai upaya mengantisipasi bencana hidrometeorologi dan menghadapi musim hujan. Mengacu pada informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim hujan di Surabaya diperkirakan mulai pada awal November 2024 hingga akhir Maret 2025.

“Saat ini kita berada di masa pancaroba, sehingga hujan bisa turun sewaktu-waktu. Karena itu, Surabaya Bergerak kita harapkan menjadi pemicu bagi warga Surabaya untuk membersihkan kampungnya masing-masing,” pungkas Hebi. (Adv)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB