Dari 1993 hingga Sekarang: Kisah Perjuangan Warga Kandangan Melawan Banjir

- Publisher

Sabtu, 6 April 2024 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Eri Cahyadi saat meninjau titik banjir di kawasan Wisma Tengger, Kecamatan Benowo, Surabaya, Jumat (5/4/2024) malam. /foto: Istimewa

i

Wali Kota Eri Cahyadi saat meninjau titik banjir di kawasan Wisma Tengger, Kecamatan Benowo, Surabaya, Jumat (5/4/2024) malam. /foto: Istimewa


BicaraSurabaya.com – Sejak tahun 1993, wilayah Kandangan, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya seringkali dilanda banjir saat musim penghujan. Banjir di sana disebabkan karena saluran air yang kurang lebar.

Hal itu diungkapkan Ketua RW 03 Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Suprasetyo, usai mendampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau titik banjir di Wisma Tengger, Kecamatan Benowo pada Jumat (5/4/2024) malam.

Suprasetyo mengungkapkan, warga di wilayahnya hanya mengandalkan pembuangan saluran air selebar 25 sentimeter.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita ini kendalanya pembuangan air dari Banjar Sugihan hanya diberikan akses segini (25cm). Sehingga tidak menampung luapan air yang dari sini,” kata Suprasetyo dalam keterangannya, dikutip pada Sabtu (6/4/2024).

Akibat hal tersebut, luapan air hujan itu merambah hingga ke wilayah RW 03, RW 04, RW 05, dan RW 06, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo. Ia mengaku, banjir ini sudah sering dirasakan warga, bahkan sejak dirinya tinggal di kawasan ini pada 1993 silam.

Baca Juga:  Gunakan Teknologi AI, Surabaya Jadi Kota Pertama Indonesia Raih SAKIP 'AA'

Maka dari itu, Suprasetyo berharap kepada Wali Kota Eri Cahyadi agar kawasan ini dibuatkan saluran menggunakan box culvert supaya terbebas dari banjir.

“Kami sangat bersyukur, mudah-mudahan apa yang dikatakan oleh Pak Wali Kota itu betul-betul terwujud, sehingga kita tidak terjadi banjir. Dari dahulu harapan kita seperti itu,” harapnya.

Senada dengan Suprasetyo, Ketua RW 04, Kelurahan Kandangan, Suprapto juga ingin masalah banjir tahunan di wilayahnya bisa diselesaikan sampai tuntas.

Menurut dia, zaman dulu kawasan ini masih belum dipenuhi dengan pemukiman. Karena itu banjir di kawasan ini pun tidak terlalu menjadi masalah bagi warga. Sebab, air tidak terlalu tinggi dan serapan air masih banyak. “Karena sekarang (serapan) sudah banyak yang ditutup,” ujar Suprapto.

Baca Juga:  Pembelajaran Tatap Muka Bakal Digelar Juli 2021, Hanya Diikuti 25 Persen Siswa

Meski sebelumnya kawasan ini sudah dibuatkan crossing (sodetan) oleh Pemkot Surabaya, ia pun merespon baik rencana pembangunan box culvert yang akan dilakukan oleh Wali Kota Eri Cahyadi.

“Saya sangat bersyukur, mudah-mudahan yang dikatakan Pak Wali bisa terwujud. Sekarang satu jam sudah hilang, apalagi ada crossing-an itu lebih cepat susutnya,” jelasnya.

Di waktu yang sama, Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, letak Wisma Tengger berada di tengah dua kawasan, yakni Manukan dan Sambikerep. Sehingga ketika terjadi hujan, secara otomatis air menuju ke kawasan Wisma Tengger, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo.

Baca Juga:  Gratis! Pemkot Surabaya Gelar Pertunjukan Srimulat pada 27 Desember

“Kalau hujan, airnya pasti menuju ke sini (Kandangan), dan ini tempat yang paling rendah. Pak RW tadi menyampaikan, di sini itu (banjir) mulai dari tahun 1993, akan tetapi tidak pernah diekspos,” kata Wali Kota Eri.

Setelah berdiskusi di lokasi dengan Ketua RW setempat, Wali Kota Eri menjelaskan bahwa solusi untuk mengatasi banjir di perumahan Wisma Tengger adalah dengan membangun saluran besar menggunakan box culvert.

Karena itu, ia menegaskan bahwa pembangunan saluran menggunakan box culvert akan segera dilakukan mulai dari kawasan Kandangan hingga Banjar Sugihan.

“Ini segera kita buatkan box culvert (saluran) sampai Banjar Sugihan. Insyaallah selesai tahun ini, bulan Juni selesai,” pungkasnya. (*/BS02)

Berita Terkait

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB