Bicarasurabaya.com – Tim Antibandit Polsek Jambangan Polrestabes Surabaya berhasil membekuk bandit spesialis pembobol rumah elit. Tersangka yang berinisial TH ini ini melakukan aksinya di kawasan Jambangan, Kota Surabaya.
Pria berusia 32 tahun itu terpaksa ditangkap Polisi setelah membobol rumah elit di Jalan Ketintang Permai, Surabaya, sekitar pukul 14.00 WIB pada Rabu (22/2/2023) lalu.
Tersangka TH ditangkap di tempat persembunyian kawasan Jalan Bogangin Baru setelah dilakukan pengintaian oleh petugas kepolisian pada Rabu (1/3/2023).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain TH, Polisi juga menangkap satu orang tersangka lain, yakni RS. Diketahui, RS merupakan penadah atau pihak rujukan yang menjadi tempat tersangka menjual barang curian tersebut.
Kapolsek Jambangan Polrestabes Surabaya Polda Jatim, Kompol Budi Waluyo mengatakan, tersangka TH mengaku kepada penyidik sejak awal telah menargetkan rumah korban untuk menjadi sasaran pembobolan.
Alasannya, karena tersangka hafal tata letak ruangan di rumah tersebut lantaran beberapa tahun sebelumnya pernah terlibat proses renovasi.
“Pelakunya 1 orang, lainnya penadah. Jadi itu adalah rumah yang memang ditinggal pergi penghuninya dalam keadaan kosong. Pelaku beraksi pada jam 2 siang tapi dilaporkan oleh korban pada jam 8 malam,” kata Kompol Budi Waluyo kepada awak media di Mapolsek Jambangan, Selasa (4/4/2023).
Setelah berhasil memasuki rumah dengan cara mencongkel jendela sisi samping bangunan, tersangka langsung mengobok-obok seisi rumah.
Hingga akhirnya tersangka berhasil memperoleh enam cincin emas dan uang tunai senilai Rp10 juta. Jika ditotal nilai kerugian yang dialami korban sekitar Rp27 juta.
Sementara tersangka TH mengaku hafal beberapa letak area rumah korban. Ini setelah sebelumnya, tersangka pernah terlibat renovasi perbaikan rumah tersebut.
Selama beraksi, TH tidak mempersenjatai diri dengan senjata tajam, senjata api ataupun jimat penyelamat dalam jenis apapun.
“Saya langsung jujuk. Dari pintu samping. Iya naik ke plafon. Sebelumnya proyek bangun renovasi rumah. Rumah ini pernah saya kerjakan (renovasi rumah) iya hafal,” kata TH.
TH juga mengaku sengaja membobol rumah tersebut lantaran terdesak kebutuhan biaya hidup. Apalagi tiga bulan ini, TH tidak bekerja. Dan ia tak kuasa melihat istri dan kedua anaknya kelaparan.
“Saya nganggur 3 bulan. Saya enggak mendem atau nyabu. Saya enggak pakai jimat. Saya baru sekali. Buat kebutuhan sehari-hari. Waktu itu istri dan anak tidak makan. Anak saya 2,” pungkasnya. (Hms/BS02)











