Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama jajaran TNI-Polri kembali menggalakkan pelaksanaan swab dan vaksin hunter. Dalam giat yang berlangsung pada Sabtu (23/7/2022) malam, 1.026 orang pelanggar protokol kesehatan (prokes) terjaring razia tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Ridwan Mubarun mengatakan, swab dan vaksin hunter di Kota Pahlawan kembali diaktifkan. Giat tersebut dilaksanakan serentak oleh petugas gabungan dari jajaran Kecamatan, Polsek dan Koramil di 31 kecamatan se-Surabaya.
“Kita aktifkan kembali, karena yang pertama kasus Covid-19 di Indonesia, khususnya di Surabaya naik. Kedua karena ada imbauan dari Presiden Jokowi dan SE Wali Kota Surabaya agar di luar ruangan warga tetap memakai masker,” kata Ridwan, Minggu (24/7/2022).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksanaan giat vaksin dan swab hunter di Surabaya, kata Ridwan, sebelumnya sempat dihentikan. Itu dikarenakan situasi Covid-19 yang semakin terkendali serta aturan penggunaan masker tak lagi wajib dipakai di luar ruangan. Dengan adanya aturan yang baru ini, maka secara otomatis pemkot kembali menggalakkan ritual Sabtu malam.
“Kemarin sempat kita hentikan swab dan vaksin hunter karena di luar ruangan boleh tidak pakai masker. Nah, sekarang kembali kita aktifkan. Jadi warga yang tidak memakai masker kita swab, kemudian dicek, apabila belum vaksin, kita langsung vaksin di lokasi,” jelas Ridwan.
Dari pelaksanaan giat ritual serentak di 31 kecamatan yang berlangsung pada Sabtu (23/7/2022) malam, Ridwan mengungkapkan, pihaknya menjaring sebanyak 1.026 orang. Dari jumlah tersebut, 680 di antaranya dilakukan sanksi swab dengan hasil negatif.
“Dari 1026 orang tersebut, 342 di antaranya juga diberikan vaksin, karena belum divaksin. Ritual swab dan vaksin ini kita laksanakan setiap Sabtu malam atau malam Minggu. Dengan sasaran warga yang tidak memakai masker dan tempat-tempat kerumunan,” ungkap dia.
Menurut Ridwan, hasil dari swab hunter ini juga menjadi tolak ukur pemkot terkait situasi atau perkembangan Covid-19 di Kota Pahlawan. Ketika hasil swab yang dilaksanakan serentak ditemukan banyak warga positif, maka situasi Covid-19 di Surabaya sedang tidak bagus.
“Alhamdulillah hasil tadi malam negatif, jadi Surabaya lagi bagus. Itu juga sebagai tolak ukur kita. Misalnya banyak yang positif, maka kita harus mencari pola-pola lain untuk menekan kasus Covid-19,” tuturnya. (BS02)









