Wali Kota Eri Minta Utilitas di Bawah Saluran Ditata Ulang

- Publisher

Senin, 18 Juli 2022 - 23:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kemeja putih) saat meninjau pengerjaan saluran di Jalan Simpang Pojok /Foto: Bicara Surabaya

i

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kemeja putih) saat meninjau pengerjaan saluran di Jalan Simpang Pojok /Foto: Bicara Surabaya


Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi prihatin melihat kondisi dalam saluran box culvert di Jalan Simpang Pojok, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng terdapat kabel fiber optik semrawut.

Melihat kabel fiber yang malang melintang tersebut, ia meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya untuk menyiapkan ducting (tempat penyimpanan kabel optik).

Saat di lokasi pengerjaan crossing saluran, Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, di dalam box culvert itu ada beberapa kabel fiber optik yang tidak sesuai penempatannya.

“Fiber optik itu jangan ditaruh di dalamnya box culvert, tadi saya masuk yang ke dalam tadi gak karu – karuan jerone (semrawut di dalamnya),” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Senin (18/7/2022).

Seharusnya, kata dia, kabel fiber optik itu jangan sampai ditaruh di dalam box culvert begitu saja, karena bisa menyebabkan saluran air terhambat. Kabel optik tersebut wajib disimpan di dalam ducting, agar tidak menghambat laju air ketika musim penghujan.

“Harusnya nempel di situ (ducting), jadi kalau hujan ada kotoran atau sampah itu bisa nyantol (tersangkut) di kabel optiknya. Padahal sudah saya kasih tahu, agar teman – teman Bina Marga itu naruh ducting di atas atau pinggirnya box culvert,” ujarnya.

Baca Juga:  Resmi Dilantik, Eri Cahyadi-Armudji Siap Jalankan Amanah Warga Surabaya

Meski sudah diingatkan, namun Wali Kota Eri Cahyadi masih menemukan adanya kabel fiber optik yang semrawut tidak dilengkapi dengan ducting.

“Ternyata sama teman – teman ini hanya dikasih sanggahan, dicantolke disanggah gitu tok kabel (digantung disanggah begitu saja kabelnya),” sebutnya.

Menyikapi hal tersebut, ia meminta jajaran DSDABM Surabaya untuk segera membuat lelang investasi ducting. Dengan adanya ducting, maka seluruh saluran box culvert di Kota Surabaya tidak akan ada lagi fiber optik yang malang melintang di dalamnya dan pastinya aliran air akan semakin lancar.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Koordinasikan Pemasangan Sensor Monitoring Sesar

Selain itu, kabel yang ada di luar box culvert juga bisa dimasukkan ke dalam ducting agar tidak ada lagi kabel yang mengganggu pemandangan kota.

“Sehingga nanti semua kabel, mulai fiber optik telkom, PLN, kabel telepon dan lain sebagainya itu bisa masuk ke dalam ducting. Ketika sudah masuk ke dalam ducting, kota ini akan semakin rapi,” pungkasnya. (BS02)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB