Eri Cahyadi Raih Penghargaan Penggerak Koperasi Terbaik se-Indonesia

- Publisher

Kamis, 14 Juli 2022 - 20:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kanan) saat menerima penghargaan Penggerak Koperasi Terbaik se-Indonesia /Istimewa

i

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kanan) saat menerima penghargaan Penggerak Koperasi Terbaik se-Indonesia /Istimewa

Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendapatkan penghargaan Penggerak Koperasi Terbaik se-Indonesia pada saat puncak acara peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-75 yang digelar di Denpasar Bali pada Kamis (14/7/2022).

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Sri Untari dan diterima langsung oleh Wali Kota Eri Cahyadi.

Eri Cahyadi mengaku bersyukur karena sudah mendapatkan penghargaan tersebut. Bagi dia, penghargaan ini bukan untuk wali kota, tapi untuk seluruh masyarakat Surabaya. Karena filosofi dari koperasi adalah gotong royong, ketika satu berhasil maka berhasil semua, dan ketika satu gagal maka gagal semuanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini seperti yang disampaikan oleh Bung Hatta, sehingga kita harus menjalankan semua itu menjadi kekuatan gotong royong. Alhamdulillah dengan kekuatan gotong royong di Surabaya, dengan adanya rumah padat karya, maka kita diberikan penghargaan Penggerak Koperasi Terbaik. Itu berarti gotong royong di Surabaya dinilai berhasil dan gotong royong ini ada keberhasilan bersama seluruh warga Kota Surabaya,” kata Eri Cahyadi.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Terima 142 Sertifikat Hak Pakai dan 44 Peta Bidang Tanah

Menurutnya, yang dinilai dari penghargaan ini adalah bagaimana bisa menggerakkan kehidupan masyarakat secara bersama-sama, tentunya dengan model gotong royong di koperasi.

Saat ini, di Surabaya bisa dilihat ada yang namanya e-Peken, ada pula UMKM jahit yang mengerjakan seragam sekolah, dan itu digerakkan oleh UMKM yang ada di bawah naungan koperasi.

“Ini dilakukan untuk memberikan pekerjaan bagi MBR dan warga yang tidak memiliki pekerjaan, karena kita menargetkan setiap KK memiliki pendapatan minimal Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta. Itu kita bentuk koperasi dan itu menjadi salah satu penilaian dalam penghargaan ini,” tegasnya.

Adapun kunci sukses Kota Surabaya mendapatkan penghargaan ini adalah masyarakat Surabaya yang mempunyai jiwa toleransi yang tinggi dan mempunyai jiwa saling tolong-menolong yang tinggi, sehingga membangun Surabaya dengan kekuatan gotong royong itu.

Baca Juga:  Pengerjaan Box Culvert Dukuh Kupang Sebabkan Banjir, Wali Kota Eri Minta Maaf kepada Warga

Akhirnya, kalau melihat ada yang lemah, maka yang kuat membantu, dan itu dibuktikan dengan kekuatan bersama ketika menggerakkan ekonomi kerakyatan di Surabaya.

“Ketika ekonomi kerakyatan digerakkan, maka lahirlah rumah padat karya, baik di bidang laundry, di bidang jahit, di bidang magot, juga di bidang kafe shop dan lainnya. Itu semua dikerjakan oleh para MBR, dan bahkan warga yang belum punya pekerjaan juga kita carikan pekerjaan, kita bisa kolaborasikan, sehingga kekuatan inilah yang bisa menjadikan Surabaya mendapatkan penghargaan ini,” ujarnya.

Meskipun sudah mendapatkan penghargaan Penggerak Koperasi Terbaik se-Indonesia, namun Wali Kota Eri mengaku tidak akan cepat puas diri. Bahkan, ia mengaku sudah menyiapkan strategi khusus untuk terus memajukan koperasi di Kota Pahlawan. “Ke depan, semua UMKM di Surabaya akan dinaungi oleh koperasi seperti yang digagas oleh Bung Hatta,” katanya.

Baca Juga:  Launching Tunjungan Romansa, Momentum Kembalinya Kejayaan Wisata Tunjungan

Ia juga menjelaskan bahwa sejak dulu zaman sebelum kemerdekaan hingga zaman kemerdekaan dan hingga saat ini, koperasi itu adalah kebersamaan dan gotong royong, sehingga kalau satu berhasil, maka semuanya juga harus berhasil.

Bahkan, kata dia, Bung Hatta sempat menyampaikan bahwa ketika koperasi itu berjalan dengan baik, maka kehidupan masyarakatnya juga akan baik, tapi ketika koperasi itu hancur, maka kehidupan masyarakatnya juga akan hancur

“Ini artinya bahwa koperasi ini bukan hanya milik satu atau dua orang saja, tapi koperasi ini adalah milik semua usaha yang akhirnya mendapatkan sisa hasil usaha. Berarti pergerakan kita harus bersama, dan kita mulai menggerakkannya dengan UMKM. Insyallah di tahun 2023, sebanyak 40 persen anggaran pemerintah kota minimal, dan saya pastikan bisa antara Rp 2,5 triliun sampai Rp 3 triliun itu akan dikerjakan oleh UMKM yang ada di bawahnya koperasi,” pungkasnya. (BS02)

Berita Terkait

Mensos Targetkan 50% Penduduk Masuk Perlinsos Digital Akhir 2026
BGN Temukan Yayasan Minta Setoran per Ompreng dari Mitra MBG
Insentif SPPG Program MBG Diubah, dari Rp6 Juta Jadi Rp2.000 per Porsi
Data Jemaah Dibersihkan, Antrean Haji Kini Rata-rata 14 Tahun
Suntikan Rp20 Triliun Disiapkan untuk BPJS Kesehatan, Cair Dua Tahap
BGN Larang Susu Kental Manis Masuk Menu MBG
Abu Anak Krakatau Ganggu 2.300 Penerbangan, 7 Bandara Masih Ditutup
Kemensos Tahan Bansos 1.400 KPM Terindikasi Terlibat Judi Online

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Mensos Targetkan 50% Penduduk Masuk Perlinsos Digital Akhir 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:45 WIB

BGN Temukan Yayasan Minta Setoran per Ompreng dari Mitra MBG

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Insentif SPPG Program MBG Diubah, dari Rp6 Juta Jadi Rp2.000 per Porsi

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

Data Jemaah Dibersihkan, Antrean Haji Kini Rata-rata 14 Tahun

Selasa, 29 September 2026 - 07:19 WIB

Suntikan Rp20 Triliun Disiapkan untuk BPJS Kesehatan, Cair Dua Tahap

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB