Pasar Turi Baru 90 Persen Siap Dibuka

- Publisher

Selasa, 15 Maret 2022 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Petugas dari Dinkopdag Surabaya saat melakukan pengecekan sarpras di Pasar Turi Baru /Ist

i

Dok. Petugas dari Dinkopdag Surabaya saat melakukan pengecekan sarpras di Pasar Turi Baru /Ist


Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memfasilitasi antara para pedagang dengan pihak pengelola atau investor terkait rencana pembukaan Pasar Turi Baru.

Bahkan, kesiapan mulai dibukanya salah satu ikon di Kota Pahlawan yang direncanakan pada 22 Maret 2022 tersebut, sudah mencapai 90 persen.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Fauzie Mustaqiem Yos mengatakan, bahwa rencananya para pedagang mulai menempati stan di Pasar Turi Baru pada tanggal 22 Maret 2022.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah semua pedagang masuk, maka Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang digunakan berjualan sebelumnya baru dibongkar.

“Jadi, konsepnya adalah semua pedagang masuk dulu ke Pasar Turi Baru, baru kemudian TPS (di depan pasar) dibongkar,” kata Fauzie Mustaqiem, Selasa (15/3/2022).

Namun, sebelum para pedagang mulai menempati stan di Pasar Turi Baru, Yos menerangkan, bahwa sarana dan prasarana juga harus sudah siap. Termasuk pula mengenai perizinan dan biaya antara pedagang dengan pihak pengelola seperti listrik serta service charge juga harus clear.

Baca Juga:  DPKP Surabaya Terbitkan SE Cegah Risiko Kebakaran Saat Lebaran 2025

“Kita tidak ingin ada konflik antara pedagang dengan teman-teman investor. Kita dari pemerintah kota itu memfasilitasi biar mereka bisa masuk dengan tenang, bisa dengan baik,” ungkap dia.

Yos menjelaskan, berdasarkan pendataan yang dilakukan Dinkopdag pada Januari 2022, ada sekitar 243 pedagang yang menempati TPS. Sebagian besar pedagang tersebut, datanya sudah masuk ke Pasar Turi Baru.

“Tinggal mereka (pedagang) belum mau masuk itu kenapa? Mungkin ACnya belum jalan, perbaikan-perbaikan infrastruktur di sana belum siap. Nah, itu yang saat ini masih dibenahi teman-teman investor,” ujarnya.

Selain itu, Dinkopdag juga mencatat, setidaknya ada sebanyak 3.780 pedagang lama yang sudah memiliki stan di Pasar Turi Baru dari total sekitar 5.000 stan yang tersedia. Menurut Yos, sebagian besar para pedagang lama itu sudah memiliki stan di sana dan tinggal mereka menempati.

Baca Juga:  Jelang Pilkada 2020, Pemkot Surabaya Terima Kunker Komisi II DPR RI

“Untuk stan kosong masih ada dan itu memang difokuskan untuk pedagang baru di Lantai 4 ke atas. Khusus Lantai Lower G sampai Lantai 1, 2 dan 3, itu khusus untuk pedagang lama yang jumlahnya 3.780,” terang Yos.

Di sisi lain, Dia juga memastikan, bahwa saat ini Pemkot Surabaya terus memfasilitasi antara pedagang dengan pihak pengelola Pasar Turi Baru atau investor. Mulai dari terkait masalah perizinan hingga kelengkapan sarana dan prasarana di Pasar Turi Baru.

“Kita semua masih jalan paralel. Yang dari sisi pemkot jalan mengenai perizinan. Dari sisi investor, infrastrukturnya disiapkan semua, perbaikan-perbaikan. Kalau dari pedagang sih sebetulnya sudah siap,” jelas dia.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Evaluasi Keberadaan Perahu Tambang

Menurut dia, pada 22 Maret 2022, memang tidak seluruh pedagang lama langsung menempati stan di Pasar Turi Baru. Sebab, kata Yos, beberapa di antara pedagang itu juga masih ada yang ingin bertahan atau menyelesaikan berjualan di lokasi lain.

“Pada 22 Maret 2022 diharapkan semua bisa masuk. Memang tidak mungkin semua (pedagang) langsung masuk, tapi bertahap. Bisa jadi mereka selama ini juga berjualan di tempat lain,” kata Yos.

Meski demikian, Yos memastikan, bahwa saat ini kesiapan dibukanya Pasar Turi Baru sudah mencapai 90 persen. Sedangkan untuk 10 persennya itu terkait dengan penyelesaian perizinan dan kesiapan sarana dan prasarana di Pasar Turi Baru.

“Insya Allah 90 persen sudah siap. Dan 10 persennya itu terkait masalah perizinan dan sarana prasarana infrastruktur,” tandasnya. (BS02).

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB