Bicarasurabaya.com – Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, mendorong pengembangan kehidupan masyarakat di kampung nelayan Sontoh Laut di Tambak Sarioso, Asemrowo. Termasuk pengembangan wisata bahari, sekaligus memperkuat kelompok sadar wisata, peran para pelaku UMKM, dan penyerapan tenaga kerja.
Hal itulah yang disampaikan Adi, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya, ketika bertemu tokoh masyarakat dan warga nelayan Sontoh Laut di Tambak Sarioso, Rabu kemarin.
“Kami sangat mendukung penataan kawasan dan pengembangan wisata bahari Sontoh Laut, sehingga bisa mengembangkan kehidupan kampung nelayan dan masyarakat sekitar,” kata Adi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia akan membawa kepentingan warga masyarakat di pesisir, yang seiring dengan program kebijakan Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji.
“Wilayah ini menjadi salah satu destinasi wisata perairan di Kota Surabaya. Karena itu butuh dukungan dan sentuhan tangan Pemerintah Kota Surabaya,” kata Adi.
Ia juga menerima curhat dari warga masyarakat tentang pengembangan sarana dan prasarana kampung, mulai dari pembangunan 14 titik PJU yang tak kunjung dikerjakan hingga perbaikan jalan dengan pavingisasi.
Bahkan, saat itu dia mendapatkan pengaduan dari Bunda PAUD yang mengusulkan penyediaan laptop dan bantuan WIFI internet di Balai RW. “Kami perjuangkan Ibu tentang pemberian laptop untuk sekolah PAUD,” tegas Adi.
Saat itu, ia memastikan bahwa DPRD Kota Surabaya dan Wali Kota Eri Cahyadi telah mengesahkan APBD Perubahan tahun 2021, pada 29 September lalu.
“Kami telah sepakati anggaran untuk peningkatan kesejahteraan nelayan sebesar Rp 19 miliar. Nanti para keluarga nelayan yang tidak mampu akan mendapatkan pekerjaan dari Pemkot di kawasan pesisir dan sungai. Akan diberikan honor Rp 2 juta kepada para pekerja,” ujar Adi.
Seusai pertemuan, Adi Sutarwijono dan rombongan diajak naik perahu. Menyisir sungai, melewati pohon-pohon bakau, menuju gazebo di tengah laut.
Menjelang senja, burung-burung berterbangan. Matahari hendak tenggelam di ufuk barat. Kawasan perairan itu dikepung kawasan industri Margomulyo dan depo kontainer. Terlihat lampu-lampu kapal menyala, di kawasan Teluk Lamong.
“Asyik juga menikmati suasana alam yang tersembunyi, di balik hiruk-pikuk kota,” pungkasnya. (BS01)











