Bicarasurabaya.com – Setidaknya ada 7 program utama yang bersifat kerakyatan diusung Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat masa kampanye dahulu. Satu di antara program yang diusung politisi PDI Perjuangan itu adalah ‘generasi cerdas’.
Program ‘generasi cerdas’, bertujuan untuk memperkuat sektor pendidikan gratis SD/SMP negeri dan mendukung beasiswa bagi pelajar SMA/SMK.
Saat ini, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi tengah menyiapkan anggaran beasiswa bagi pelajar SMA/SMK hingga pondok pesantren (Ponpes) dari keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Beasiswa ini diposkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2022.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut, bahwa anggaran untuk beasiswa pelajar SMA/SMK sederajat telah dimasukkan ke dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD TA 2022.
“Kita sudah masukkan ke KUA. Jadi kebijakan kita, seluruh anak SMA/SMK atau yang mondok (pondok pesantren), pun kalau ternyata masuk dalam daftar MBR, maka secara otomatis akan kita berikan bantuan,” kata Cak Eri panggilan lekatnya, Jum’at (8/10/2021).
Ia menjelaskan, formula beasiswa yang disiapkan sama seperti Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda) untuk jenjang SD/SMP. Harapannya, pelajar SMA/SMK dari keluarga MBR tetap mendapatkan hak pendidikan yang sama.
“Jadi seperti BOPDA untuk SD-SMP dan kita lakukan untuk SMA/SMK. Jadi semuanya agar mendapatkan pendidikan yang maksimal,” jelasnya.
Alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu menyebut, beasiswa yang sedang disiapkan dalam APBD tahun 2022 mendatang, nilainya mencapai sekitar Rp47 miliar.
Anggaran Rp 47 miliar tersebut, bakal direalisasikan dalam bentuk seragam dan SPP bagi pelajar SMA/SMK dari keluarga MBR. Saat ini, pemkot bersama DPRD Surabaya tengah mematangkan dalam pembahasan Rancangan APBD 2022.
“Anggaran untuk (beasiswa) SMA/SMK sekitar Rp47 miliar lebih. Saat ini (jumlah pelajar) masih didata terus,” terang Cak Eri.
Dalam beberapa kesempatan, Cak Eri menyampaikan, tidak ingin ada anak Surabaya yang sampai putus sekolah karena pandemi mempengaruhi perekonomian keluarga. Bagi dia, pemkot harus selalu hadir untuk memastikan pendidikan anak-anak Surabaya terpenuhi.
“Prinsipnya, pemerintah harus bisa hadir. Kami ingin memastikan kualitas pendidikan di Surabaya bisa maksimal. Penerapannya (beasiswa SMA/SMK) pada tahun 2022,” imbuhnya.
Komitmen menyediakan pendidikan gratis bagi pelajar SMA/SMK dari keluarga MBR, melengkapi program beasiswa CSR yang sudah diberikan sebelumnya kepada siswa SMP.
Bahkan, besaran program beasiswa CSR bagi pelajar SMP di tahun 2021 meningkat 300 persen atau sekitar Rp12,513 miliar dari tahun 2020 sebelumnya Rp4,057 miliar. (BS02)











