Gabungan Arek Suroboyo Gelar Aksi Bakar Lilin Kecam Bom Bunuh Diri di Makassar

- Publisher

Selasa, 30 Maret 2021 - 22:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi digelar sebagai bentuk keprihatinan terhadap aksi bom bunuh diri yang terjadi di Makassar /Ist

i

Aksi digelar sebagai bentuk keprihatinan terhadap aksi bom bunuh diri yang terjadi di Makassar /Ist


Bicarasurabaya.com – Gabungan Arek-arek Suroboyo yang terdiri dari berbagai elemen organisasi kemasyarakatan dan lintas agama menggelar aksi keprihatinan di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (30/3/2021) malam.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kecaman terhadap aksi bom bunuh diri yang terjadi di Makassar pada Minggu (28/3/2021).

Dalam kesempatan tersebut, gabungan Arek-arek Suroboyo meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas segala macam bentuk aksi terorisme dan intoleransi.

Aksi tersebut, dilakukan dengan membentangkan spanduk dan membakar lilin yang bertuliskan lawan terorisme dan mendukung persatuan di dalam perbedaan berdasarkan Pancasila.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Zainul Arifin mengecam aksi bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar pada beberapa waktu yang lalu. Menurut dia, tindakan tersebut telah merobek nilai-nilai persatuan dan kesatuan NKRI.

“Aksi ini merupakan respons dari kejadian pada hari Minggu kemarin lusa yang mana saudara kita yang ada di Makassar, tepatnya di Gereja Katedral telah di bom dengan brutal oleh sekelompok teroris,” kata Zainul kepada awak media di sela aksi.

Baca Juga:  Serikat Pekerja Bersatu, Deklarasikan Forum Komunikasi Tingkat Nasional

Dia menegaskan, bahwa aksi ini juga sebagai penguatan serta solidaritas bersama sebagai anak bangsa. Pada dasarnya, tindakan radikalisme itu tidak dibenarkan.

“Tindakan anarki tindakan radikalis atau tindakan teroris itu tidak dibenarkan oleh agama atau negara manapun,” tegas Zainul yang juga Kasatkorcab Banser Kota Surabaya.

Oleh karena itu, gabungan Arek-arek Suroboyo ini juga meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas aksi terorisme dan intoleransi di Indonesia. (BS02)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB