Kumpulkan Kepala Sekolah SMP, Cak Eri: Jangan Sampai Ada Anak Tidak Sekolah!

- Publisher

Rabu, 10 Maret 2021 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cak Eri saat bertemu dengan Kepala Sekolah SMP/ist

i

Cak Eri saat bertemu dengan Kepala Sekolah SMP/ist


Bicarasurabaya.com – Menjelang tahun ajaran baru 2021/2022, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan pengarahan dan diskusi kepada seluruh kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta, Rabu (10/3/2021).

Dalam kesempatan itu, ada beberapa poin yang disampaikan Wali Kota Eri Cahyadi kepada puluhan kepala sekolah yang hadir tersebut. Mulai dari kesejahteraan para guru, kualitas pendidikan yang sama baik sekolah negeri maupun swasta serta perhatian khusus kepada pelajar inklusi.

“Ayo kita sama-sama meningkatkan kemampuan agar kita dicintai oleh wali murid dan murid dan mau bersekolah di tempat bapak-ibu,” kata Eri Cahyadi mengawali acara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud), jumlah per rombongan belajar (Rombel) terdiri dari 32 siswa.

Baca Juga:  Cak Eri Ingin Surabaya Zero Stunting dan Kematian Ibu, Mungkinkah?

Namun begitu, Wali Kota Eri Chayadi menjelaskan ada sekitar 5.135 siswa yang tidak tertampung untuk masuk ke SMP negeri maupun swasta.

Selain itu, dia membeberkan ada dua kemungkinan untuk mengatasi persoalan itu. Pertama, dengan mengajukan tambah kelas atau kedua menambah jumlah siswa dalam setiap kelasnya.

“Jangan sampai ada anak yang tidak sekolah. Maka itu menjadi tugas kami di pemerintah kota (pemkot) karena pendidikan untuk kepentingan anak bangsa,” lanjut dia.

Berikutnya, orang pertama di Kota Pahlawan ini meminta agar semua sekolah saling berlolaborasi dan menyatu tanpa ada persaingan antar sekolah demi kesejahteraan guru.

Dia mencontohkan, ketika guru di sekolah A hanya mengajar selama tiga jam dalam sehari, setelah itu guru tersebut dapat bergeser ke sekolah lain untuk mengajar atau istilahnya sharing (berbagi) guru. Dari situlah gaji yang diperoleh guru pun sesuai dengan UMK.

Baca Juga:  Rangkul Semua Elemen Masyarakat, Totalitas Selamatkan Warga dari Covid-19

“Karena selama ini yang terjadi setiap sekolah mengundang guru yang berbeda. Jadi harus saling kerjasama atau kolaborasi. Karena bopda yang saya buat ketemunya adalah UMK. Saya selalu bilang kebersamaan, gotong royong kelapangan hati kita untuk tidak menjadi yang nomor satu terus,” tegasnya.

Termasuk bagi pelajar yang berkebutuhan khusus atau sekolah inklusi. Cak Eri – sapaan akrab Wali Kota Eri Cahyadi ini pun mengungkapkan akan memberikan tambahan guru pendidik serta pelayanan yang lebih. Sebab menurutnya, kebutuhan pelajar tersebut juga berbeda dibandingkan dengan siswa-siswi pada umumnya.

Baca Juga:  Aset Brandgang Senilai Rp 36 Miliar Diselamatkan, Bakal Difungsikan Atasi Genangan

“Pelayanan kita harus lebih dari sekolah biasa. Karena kita tahu kebutuhan mereka juga lebih. Sehingga pemerintah harus hadir di sana. Kota ini harus ramah dengan yang berkebutuhan khusus,” urai Cak Eri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Supomo menambahkan, pihaknya bakal mengajukan kepada Kemendikbud untuk menambah jumlah anak dalam satu rombel.

Dia pun merinci, berdasarkan data jumlah lulusan SD/MI dengan berjumlah 46.575 siswa. Dari angka tersebut, daya tampung SMPS/MTs berjumlah 23.232 siswa. Kemudian daya tampung SMP negeri berjumlah 18.208 yang terdiri dari 569 rombel.

“Selisihnya yakni 5.135 orang. Kita ajukan kepada kementerian untuk menambah jumlah anak yang berada dalam satu rombel. Supaya angka itu bisa tertampung,” pungkasnya. (BS01)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB