E-Keramba, Inovasi Mahasiswa ITS Tingkatkan Produktivitas Nelayan

- Publisher

Kamis, 4 Maret 2021 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(dari kiri) Hanif Srisubaga Alim, Alfiyan Rizki Maulidan, dan Fakhri Ihsan Nalendro memperkenalkan inovasi E-Keramba /Ist

i

(dari kiri) Hanif Srisubaga Alim, Alfiyan Rizki Maulidan, dan Fakhri Ihsan Nalendro memperkenalkan inovasi E-Keramba /Ist


Bicarasurabaya.com – Tiga mahasiswa Departemen Teknik Sistem dan Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan inovasi keramba jaring apung. Menariknya keramba jaring apung ini dilengkapi sistem feeder yang diberi nama E-Keramba.

Ketiga mahasiswa ITS ini adalah Alfiyan Rizki Maulidan, Fakhri Ihsan Nalendro, dan Hanif Srisubaga Alim yang semuanya merupakan mahasiswa angkatan 2019. Inovasi ini sendiri sebenarnya sudah pernah dikembangkan selama sekitar tiga bulan oleh tim ini dengan tujuan meningkatkan taraf hidup dari masyarakat pinggir pantai yang mayoritas adalah seorang nelayan.

Alfiyan menjelaskan berbagai fitur dengan teknologi mutakhir yang nantinya akan dipasangkan pada E-Keramba. Pertama, seperti yang sudah disebutkan, keramba ini dilengkapi sistem feeder. Hal ini yang membedakan dengan inovasi yang dikembangkan sebelumnya.

Dengan adanya sistem tersebut, kata Alfiyan, pemilik keramba akan lebih dimudahkan untuk memberikan makan kepada ikannya secara otomatis. “Tidak perlu ke tengah laut untuk memberikan makan ikan,” ujar mahasiswa yang dipercaya sebagai ketua tim ini.

Kedua, inovasi ini memiliki chip arduino mega yang berfungsi mengatur sistem Feeder, cara kerja Global Positioning System (GPS), dan gerakan dari mesinnya. Selain itu, keramba ini dapat digerakkan dari jarak tertentu menggunakan remote control, sehingga dapat mencari posisi yang cocok di dekat pantai.

“Apabila terjadi ombak besar ataupun kejadian alam yang dapat merusak keramba, bisa sesegera mungkin untuk mengembalikan keramba ke tempat semula,” papar mahasiswa kelahiran Sidoarjo ini tentang fungsi lain adanya remote control.

Baca Juga:  ITS Beri Keringanan UKT dan Kirim Bantuan untuk Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera

Menurutnya, baling-baling dan mesin yang ada pada keramba ditenagai oleh panel surya, di mana panel suryanya itu di bagian setiap sisi dari pelampung. Sementara pelampung yang digunakan dapat dibongkar pasang mengikuti ukuran rangka dari jaringnya, sehingga dapat dibangun lebih lebar lagi.

Berkat banyaknya fitur yang ada di dalamnya, E-Keramba juga telah berhasil meraih penghargaan skala internasional. Yakni meraih medali emas (Gold Medal) pada ajang Asean Innovative and Entrepreneur Fair (AISEEF) 2021, belum lama ini.

Menurut Alfiyan, E-Keramba juga tidak perlu dikhawatirkan lagi jika nantinya akan digunakan secara masif. Sebab, kabel-kabel yang digunakan pada keramba ini berada di dalam pelampung sehingga sangat kecil kemungkinan untuk air masuk. Inovasi ini juga sudah dikembangkan hingga prototipe berskala kecil dan sudah diuji cobakan pada sebuah kolam.

Baca Juga:  Dari Masjid hingga Air Bersih, ITS Perkuat Pemulihan Aceh

“Uji coba pun dinilai berhasil karena semua fitur di dalamnya dapat bekerja secara optimal,” ungkapnya.

Alfiyan dan tim berharap inovasi mereka dapat terus dikembangkan lebih lanjut hingga mencapai tahap prototipe yang menyerupai desain aslinya. Tidak hanya itu, mereka berharap E-Keramba dapat digunakan secara nyata oleh para nelayan, sehingga pendapatannya bisa lebih pasti dan terukur.

“Di samping itu juga diharapkan produktivitas dari perikanan Indonesia bisa diupayakan seoptimal dan semaksimal mungkin ke depannya,” tutupnya (BS02)

Berita Terkait

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang
UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber
Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob
Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri
Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta
Abu Vulkanik Bisa Rusak Paru-paru, Ini Cara Melindunginya
Patahan Surabaya Viral, Pakar Geologi ITS: Belum Terverifikasi Aktif
Mahasiswa UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Wonorejo Perkuat Branding dan Pemasaran Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:21 WIB

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber

Jumat, 25 September 2026 - 12:28 WIB

Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob

Kamis, 24 September 2026 - 07:03 WIB

Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri

Minggu, 20 September 2026 - 12:45 WIB

Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB