Ancaman Limbah Masker Medis di Tengah Pandemi Covid-19

- Publisher

Senin, 1 Februari 2021 - 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses daur ulang masker bekas menjadi produk pot bunga /Ist

i

Proses daur ulang masker bekas menjadi produk pot bunga /Ist


Bicarasurabaya.com – Masker medis saat ini penggunaannya kian meningkat di tengah pandemi Covid-19. Hal ini tentunya dapat menimbulkan berbagai masalah. Salah satunya adalah ancaman faktor kesehatan jika limbah tersebut dibuang sembarangan serta tidak dikelola dengan prosedur yang benar.

Apalagi di tengah pandemi ini, limbah medis tidak hanya berasal dari Rumah Sakit. Namun dapat bersumber dari masyarakat atau rumah tangga seperti limbah masker bekas dan Alat Pelindung Diri (APD).

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati menyampaikan, bahwa jumlah limbah medis selama pandemi Covid-19 meningkat 30 persen. Sedangkan kapasitas pengolahan limbah B3 medis di beberapa daerah terutama di luar Jawa masih terbatas.

“Untuk mengelola limbah medis tersebut, KLHK memberikan respon cepat dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor SE.02/PSLB3/PLB.3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3 dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19),” tulis KLHK dalam laman siaran persnya, Senin (18/5/2020) lalu.

Untuk limbah medis yang bersumber dari rumah tangga, KLHK meminta Pemerintah Daerah agar berpartisipasi dalam menyiapkan sarana dan prasarana seperti dropbox.

Sedangkan limbah yang berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes), dapat dilakukan pemusnahan dengan insinerator bersuhu 800 derajat celsius. Untuk alternatif lainnya, pemusnahan dapat dilakukan melalui kiln semen.

Baca Juga:  Diduga Curi Limbah Medis, Cleaning Service RSUD Soewandhie Dilaporkan ke Polisi

“Untuk itu, pemerintah daerah wajib mengetahui dan memastikan limbah medis dari fasyankes dikelola dengan tepat,” kata Rosa Vivien.

Di Kota Pahlawan sendiri, sekelompok pemuda yang menamakan diri Komunitas Muda-Mudi Surabaya (KMS), berinisiatif mendaur ulang limbah masker medis menjadi barang yang bermanfaat.

Komunitas peduli lingkungan yang dimotori oleh Zubaidulloh ini berkreasi dengan memanfaatkan limbah masker medis menjadi kerajinan pot bunga.

“Masker memang menjadi salah satu alat pelindung diri dari virus dan debu. Tapi, jangan sampai masker juga menjadi salah satu limbah yang mencemari lingkungan,” kata Ketua KMS Zubaidullah kepada media ini, Senin (1/2/2021).

Ubaid – sapaan lekat Zubaidulloh mengaku prihatin karena masih banyaknya masyarakat yang abai terhadap limbah masker. Apalagi limbah tersebut dibuang secara sembarang sehingga berdampak pada pencemaran lingkungan.

Baca Juga:  KMS Siapkan 'Omah Medang' untuk Tampung Hasil Karya Anggota dan Masyarakat

“Dari keprihatinan tersebut kami berupaya memanfaatkan limbah masker untuk kerajinan,” ungkap pria yang sehari-hari bekerja di BPB dan Linmas Kota Surabaya ini.

Ubaid mengungkapkan, sebelum dibuat menjadi kreasi pot bunga, limbah medis yang telah dikumpulkannya itu direndam menggunakan pemutih pakaian selama 24 jam. Kemudian limbah masker dijemur dan selanjutnya dicampur menggunakan semen dan lem kayu.

“Masker yang kita buat itu adalah limbah masker kita sendiri. Saya harap anak muda jangan menjadi penonton. Anak muda jadilah generasi perubahan diawali dari diri sendiri,” pesan Ubaid. (BS02)

Berita Terkait

Putri Pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah Nyai Mahfudhoh Aly Ubaid Wafat
Maraton ISOPLUS Putar Rp74,78 Miliar, Tapi Banjir Protes Penutupan Jalan
Keren! 5 Polisi Jatim Jadi Pasukan Perdamaian PBB di Afrika Tengah
ASN Surabaya Bakal Layani Warga dari Balai RW, Urusan Publik Makin Dekat
Dari Jalanan ke Mesin Jahit, Ikhtiar Pemkot Surabaya Menjaga Masa Depan Anak
Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang
13.058 Aduan Warga Surabaya Tuntas Lewat Lapor Cak Eri
1.600 Pelamar Berebut 450 Loker, Gambaran Ketatnya Persaingan Kerja di Surabaya

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Putri Pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah Nyai Mahfudhoh Aly Ubaid Wafat

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:12 WIB

Maraton ISOPLUS Putar Rp74,78 Miliar, Tapi Banjir Protes Penutupan Jalan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:27 WIB

Keren! 5 Polisi Jatim Jadi Pasukan Perdamaian PBB di Afrika Tengah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:08 WIB

ASN Surabaya Bakal Layani Warga dari Balai RW, Urusan Publik Makin Dekat

Rabu, 30 September 2026 - 09:13 WIB

Dari Jalanan ke Mesin Jahit, Ikhtiar Pemkot Surabaya Menjaga Masa Depan Anak

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB