Manfaatkan Potensi Alam, ITS Rancang Alat Pengolah Biji Kemiri Jadi Minyak

- Publisher

Kamis, 14 Januari 2021 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengujian alat pengolah biji kemiri jadi minyak kemiri/ist

i

Pengujian alat pengolah biji kemiri jadi minyak kemiri/ist


Bicarasurabaya.com – Demi memanfaatkan kekayaan alam yang melimpah di Indonesia, tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) dan tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Departemen Teknik Mesin Industri, Fakultas Vokasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membantu merancang alat pengolah biji kemiri menjadi minyak kemiri.

Teknologi Tepat Guna ini dirancang oleh tim Abmas dan KKN yang terdiri dari delapan mahasiswa, yaitu Fitra Bagus Hendi Prabowo, Ngurah Gatot Saguna Wijaya, Mohamad Tedi Prasetiyo, Aditya Yoga Eka Nugraha, Diego Surya Dewangga, Wahyu Dwi Putranto, Rahmad Rahardian Dias Affandi, dan Amirah Cetta Elysia.

Tim yang dibimbing oleh Dedy Zulhidayat Noor ST MT PhD ini diterapkan di Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Lombok Barat.

Salah satu tim abmas, Aditya Yoga Eka Nugraha, mengatakan bahwa Desa Pakuan memiliki sumber daya tanaman biji kemiri yang melimpah dan belum termanfaatkan secara optimal. Diketahui harga biji kemiri utuhan yang dijual para petani dengan kisaran harga Rp 10 ribu – Rp 20 ribu.

“Jika dibandingkan dengan kemiri yang sudah diolah terpisah dari cangkang dan juga menjual minyak kemiri, maka para petani akan lebih mendapatkan keuntungan yang besar dengan memanfaatkan kekayaan alam secara optimal,” ujarnya.

Yoga -sapaan Aditya Yoga Eka Nugraha menyampaikan bahwa alat pengolah biji kemiri menjadi minyak kemiri dibuat dengan konsep proses manufaktur. Keunggulan alat tersebut yaitu dapat memecah biji kemiri dengan jumlah banyak sekaligus dengan hasil yang bisa langsung diolah menjadi minyak kemiri.

Baca Juga:  Mahasiswa ITS Ciptakan Pendeteksi Alkohol pada Parfum

“Alat ini sudah melalui pengujian terlebih dahulu sebelum dilakukan pengiriman ke Desa Pakuan,” jelasnya.

Kegiatan pengembangan alat yang telah dibuat selama empat bulan ini dilanjutkan dengan sosialisasi pengarahan penggunaan. Setelah alat tersebut sampai di Desa Pakuan, para petani langsung memanfaatkannya.

“Bahkan beberapa telah menerima pesanan sejak produk ditawarkan, penjualan pun sudah masuk pasar online,” tutur pemuda yang juga anggota tim Nogogeni ITS ini.

Menurut Yoga, masyarakat Desa Pakuan sangat menyambut kehadiran alat pemecah biji kemiri ini. Mereka berharap dapat meningkatkan penghasilan desa dan juga mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) para petani biji kemiri di Desa Pakuan.

Baca Juga:  Satgas ITS Rilis Data Resmi Kasus Covid Covid-19 di Lingkup Sivitas Akademika

“Bahkan, para petani juga mengharapkan alat ini segera dikomersialkan dengan kuantitas lebih,” tegasnya.

Terakhir, Yoga mewakili tim Abmas ITS menyampaikan bahwa dengan adanya alat pengolahan biji kemiri ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh semua petani.

“Semoga alat ini dapat menjadi jalan dalam membantu meningkatkan taraf hidup dan perekonomian petani melalui pengolahan komoditas unggul,” pungkasnya. (BS01)

Berita Terkait

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang
UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber
Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob
Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri
Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta
Abu Vulkanik Bisa Rusak Paru-paru, Ini Cara Melindunginya
Patahan Surabaya Viral, Pakar Geologi ITS: Belum Terverifikasi Aktif
Mahasiswa UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Wonorejo Perkuat Branding dan Pemasaran Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:21 WIB

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber

Jumat, 25 September 2026 - 12:28 WIB

Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob

Kamis, 24 September 2026 - 07:03 WIB

Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri

Minggu, 20 September 2026 - 12:45 WIB

Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB