Satu Penumpang Sriwijaya Air S-J 182 Asal Surabaya Merupakan Co-Pilot NAM Air

- Publisher

Minggu, 10 Januari 2021 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumarzen Marzuki, ayah dari salah satu penumpang Sriwijaya Air S-J 182, saat menunjukkan foto anaknya /foto: Bicara Surabaya

i

Sumarzen Marzuki, ayah dari salah satu penumpang Sriwijaya Air S-J 182, saat menunjukkan foto anaknya /foto: Bicara Surabaya


Bicarasurabaya.com – Pesawat Sriwijaya Air S-J 182 dinyatakan hilang kontak di sekitar perairan Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu (9/1/2021). Salah satu penumpang pesawat ini adalah Fadly Satrianto (28), dengan nomor kursi 40 yang tercatat dalam manifest.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bicara Surabaya, Fadly tercatat sebagai warga Teluk Penanjung, Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Kota Surabaya.

Saat ditemui awak media di kediamannya, Sumarzen Marzuki atau orang tua Fadly mengaku masih menunggu kabar terkait keberadaan anaknya. Keluarga berharap, seluruh penumpang dapat ditemukan, termasuk anaknya dalam keadaan baik.

“Harapan kami keluarga, putra kami termasuk yang lain dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Tetapi kalau Allah sudah berkehendak lain, kami sudah mengikhlaskan, kami dengan ikhlas ini musibah kecelakaan yang tidak perlu kita sesali,” tutur Marzuki.

Marzuki mengatakan, jika putra bungsu dari tiga bersaudara ini merupakan Co-Pilot di perusahaan NAM Air. Fadly ditugaskan oleh perusahaannya dari Jakarta menuju Pontianak untuk mengambil pesawat yang akan dikendarai olehnya bertugas.

Baca Juga:  Wisma Karanggayam Dirusak Orang, Pemkot Pastikan Piala dan Artefak Dijaga Aman

“Anak saya yang ketiga ini adalah Co-Pilot di perusahaan NAM Air. Dia (Fadly, red) akan ke Pontianak itu dalam rangka ditugasi oleh perusahaan NAM Air,” ungkap Marzuki.

Sebelum pesawat yang ditumpangi Fadly dikabarkan hilang kontak, Marzuki mengaku bahwa anaknya itu sempat melakukan kontak dengan ibunya.

“Kontak terakhir dengan ibunya itu kemarin Sabtu (9/1/2021) pagi. Dia (Fadly, red) bilang mau ke Pontianak,” terang dia.

Marzuki juga mengungkapkan, sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga telah datang di kediamannya untuk memberikan support kepada pihak keluarga. (BS02)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB