Mahasiswa ITS Desain Jembatan Penghubung di Ibu Kota Baru

- Publisher

Kamis, 24 Desember 2020 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para anggota tim MAPS-19 ITS saat mempresentasikan secara virtual jembatan karyanya pada ajang Dynamic Load Bridge Competition (DLBC) 2020 /Ist

i

Para anggota tim MAPS-19 ITS saat mempresentasikan secara virtual jembatan karyanya pada ajang Dynamic Load Bridge Competition (DLBC) 2020 /Ist


BicaraSurabaya.com – Inovasi membanggakan kembali dihasilkan oleh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kali ini, mahasiswa ITS berhasil merancang desain jembatan penghubung untuk diimplementasikan di ibu kota baru yang ada di Kalimantan Timur.

Ketiga mahasiswa tersebut tergabung dalam tim MAPS-19. Mereka adalah Yohanes Hadi Saputra, Christian Bagaskara, dan Arlo Al Rezza. Ketiganya pun berhasil menyelesaikan karyanya dalam waktu satu bulan.

Ketua tim, Yohanes Hadi Saputra, menjelaskan, bahwa inovasi rancangan jembatannya ini berangkat dari isu pemindahan ibu kota baru ke Kalimantan Timur. Hal ini menyebabkan perlunya dilakukan pembangunan infrastruktur, salah satunya adalah jembatan sebagai penghubung antartempat. Namun, jembatan yang ada saat ini masih terlihat sederhana dan seadanya.

“Makanya diperlukan desain jembatan yang modern dan futuristik untuk mendukung ibu kota baru nanti,” kata Yohanes.

Menurut Yohanes, jembatan rancangannya ini berbeda dengan jembatan pada umumnya. Sebab, rancangan jembatan miliknya menambahkan gelagar memanjang yang digunakan untuk memusatkan gaya menuju titik buhul (titik simpul). “Efeknya adalah defleksi pada jembatan menjadi kecil,” terangnya.

Selain itu, Yohanes mengungkapkan, jembatan rancangan timnya juga mengaplikasikan struktur jembatan menggunakan pelat tipe orthotropic. Pelat tipe ini dalam dunia konstruksi Indonesia jarang digunakan, sebab pelat tipe orthotropic terbuat dari material baja yang memiliki kekakuan berbeda dengan tipe lainnya.

Baca Juga:  Dua Unit Robot RAISA Siap Bertugas di RSI Surabaya

Sehingga, lanjut Yohanes, rusuk pada pelat tersebut dapat mendistribusikan beban terhadap gelagar memanjang dengan maksimal. “Fungsinya untuk mempermudah proses konstruksi dan memperingan struktur jembatan di keadaan sebenarnya nanti,” papar dia.

Menariknya, jembatan rancangan tim MAPS-19 ini telah berhasil memiliki keefisienan struktur jembatan yang lebih baik. Mereka berhasil mendesain jembatan dengan mempertimbangkan kesesuaian dengan tipe pembebanan jembatan yang tepat yakni lebih kecil dari jarak antar axle kendaraan.

“Sehingga kekuatan jembatan yang kami rancang kami rasa lebih kuat dibanding dengan jembatan yang ada saat ini,” ungkap Yohanes.

Tak hanya itu, pada jembatan ini, Yohanes beserta timnya juga menyertakan alat penerang bertenaga energi terbarukan. Penerangan bertenaga energi terbarukan pada jembatan ini direncanakan menggunakan lampu yang memanfaatkan energi dari solar panel. “Harapannya jembatan kami juga dapat memenuhi kebutuhan energi secara mandiri nantinya,” tambahnya.

Baca Juga:  Bantu Produksi UMKM, Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Pengering Kerupuk Otomatis

Mahasiswa angkatan 2017 ini memberi nama jembatan rancangannya dengan sebutan Jembatan Mulawarman. Nama ini terinspirasi dari Raja Mulawarman dari sejarah Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur yang memiliki kedermawanan dengan menyedekahkan 20 ribu ekor sapi kepada kaum Brahmana untuk hajat hidup orang banyak.

“Sehingga dari filosofi tersebut, kami harapkan juga jembatan ini dapat berguna bagi banyak orang ke depannya,” tutup Yohanes. (BS02)

Berita Terkait

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang
UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber
Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob
Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri
Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta
Abu Vulkanik Bisa Rusak Paru-paru, Ini Cara Melindunginya
Patahan Surabaya Viral, Pakar Geologi ITS: Belum Terverifikasi Aktif
Mahasiswa UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Wonorejo Perkuat Branding dan Pemasaran Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:21 WIB

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber

Jumat, 25 September 2026 - 12:28 WIB

Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob

Kamis, 24 September 2026 - 07:03 WIB

Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri

Minggu, 20 September 2026 - 12:45 WIB

Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB